Beirut, Gontornews — Pengunduran diri Saad Hariri sebagai Perdana Menteri Lebanon dapat menyebabkan krisis yang meluas di negara tersebut. Iran maupun Arab Saudi tidak akan menemukan hasil yang mereka inginkan. Demikian kata seorang analis sebagaimana dikutip Aljazeera.
Hariri menyatakan mundur dalam pidato di televisi saat berada di Arab Saudi pada hari Sabtu (4/11). Dia baru 11 bulan memasuki tugas keduanya sebagai perdana menteri. Pengunduran ini membuat negara itu dalam ketidakpastian.
Menyalahkan Iran karena menyebabkan “kekacauan dan penghancuran” di Lebanon, dia menyerang Hizbullah, sekutu utama Republik Islam di negara tersebut, sebagai “tangan kanan Iran”.
Namun, kelompok itu menolak alasan pengunduran diri Hariri itu.
Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengungkapkan ketidakpercayaannya pada pidato Hariri dan menuduh Saudi memaksa Hariri untuk mengundurkan diri.
“Pengunduran diri itu atas perintah Saudi yang memaksanya. Itu bukan keinginannya,” kata Nasrallah. “Kami tahu bagaimana gaya Perdana Menteri Hariri dan ungkapan politiknya, ini tidak seperti dia.” [Rusdiono Mukri]























