Jakarta, Gontornews – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan konsep integrasi pengelolaan air bagi provinsi Jakarta. Secara konsep, LIPI menawarkan teknologi bernama integrated floating wetland sebagai upaya pemulihan danau dan sungai dengan intervensi biologi dan teknologi Nanobubble untuk pengelolaan air limbah. Khusus Jakarta, LIPI juga menyiapkan model integrated water management yang mengelola air tanah, dana dan sungai
Kepala Balai pengembangan instrumentasi LIPI, Anto Tri Sugiarto, menyebut sungai dan danau di Jakarta perlu dilestariakn. Salah satu bentuk pelestariannya adalah dengan menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) dari erosi dan pencemaran.
“Salah satu cara melestarikan sungai dan danau adalah dengan menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) agar tidak terjadi erosi dan pencemaran, pengelolaan sungai maupun danau dapat dilakukan dengan menggunakan manajemen lingkungan yang baik,” kata Anto sebagiamana dilansir laman lipi.go.id.
Lebih lanjut, Anto mengingatkan bahwa sistem air kota Jakarta sangat rawan pencemaran sehingga perlu segera diantipsipasi dengan pengelolaan air tanah, danau, waduk hingga 13 sungai di Jakarta dengan baik untuk mengurangi potensi pencemaran air kota di Jakarta.
“Konsekuensinya sungai, danau dan waduk yang tercemar akan mencemari seluruh sistem air di kota Jakarta. Bahaya pencemaran ini jika tidak segera diantisipasi akan menjadi bencana bagi kota Jakarta itu sendiri,” ujar Anto sebagaimana dilansir laman lipi.go.id.
Secara spesifik, Anto menjelaskan bahwa penelitian LIPI kali ini menitikberatkan pada hilangnya fungsi danau dan waduk di Jakarta.
“Padahal, danau atau yang biasa disebut situ di Jakarta mempunyai fungsi antara lain persediaan air, PLTA, sarana irigasi, budi daya perikanan darat, sarana rekreasi dan olah raga, pengendali bencana alam, habitat tumbuhnya tumbuhan dan satwa, juga sebagai sarana penelitian, pendidikan dan transportasi,” pungkas Anto. [Mohamad Deny Irawan]





















