Bangkok, Gontornews – Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyebut bahwa polusi udara di negara-negara Asia Tenggara tumbuh hingga 5% sepanjang tahun 2018-2013. Polusi, sebut WHO, telah membunuh 5 juta orang setiap tahunnya.
“Ada perasaan bahwa saat anda mengembangkan ekonomi bukan berarti anda harus tinggal di kota dan tidak bisa menghirup udara dengan baik,” kata Direktur program lingkungan hidup PBB untuk Asia Pasifik, Dechen Tsering sebagaimana dilansir Reuters.
“Adapula pemahaman yang menjelaskan bahwa pertumbuhan teknologi juga harus diiringi dengan bantuan secara finansial,” tambah Tsering.
Dalam catatan PBB, polusi udara di negara-negara Asia Tenggara tumbuh 5% sepanjang 2018-2013. Polusi tersebut berasal dari 2/3 kota-kota besar di Asia Tenggara.
UNICEF sendiri melansir bahwa setidaknya 300 juta anak hidup di daerah dengan kualitas udara beracun.
“Apa yang kami lihat, semakin banyak di kota-kota seperti Ulanbatar, rumah sakit yang menerima pasien anak-anak dengan penyakit yang berkaitan dengan polusi udara,” kata Direktur UNICEF untuk Asia Tenggara, Karin Hulshof.
Di sisi lain, Diretkur pelaksana Scheuch Asia, Adreas Kock menjelaskan bahwa negara-negara di Asia Tenggara tidak mengembangkan dan memproduksi teknologi pengurang polusi.
Karenanya, Tsering mendorong negara-negara di Asia Tenggar seperti Bangkok untuk mengembangkan transportasi umum yang komprehensif serta mempromosikan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda. [Mohamad Deny Irawan]






















