15
Tonton Selengkapnya
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 3 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Literasi Digital sebagai Inovasi Pembelajaran di Era Revolusi 4.0

Oleh Ridwan Siskandar, M.Si, Dosen Sekolah Vokasi IPB

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
24 October 2019
in Kolom
1
Literasi Digital sebagai Inovasi Pembelajaran  di Era Revolusi 4.0

Berkembangnya revolusi 4.0 ditandai dengan teknologi digital yang menyebar luas di masyarakat. Teknologi digital seperti internet menimbulkan perubahan besar terhadap akses informasi. Rendahnya penggunaan internet di dunia pendidikan menyebabkan kurangnya edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital yang baik, sehingga terjadi penyalahgunaan teknologi digital seperti informasi cyberbullying, pelanggaran privacy, hoaks, konten pornografi dan kekerasan. Penyalahgunaan tersebut dianggap persoalan masyarakat digital saat ini dikarenakan rendahnya budaya literasi digital. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut diperlukan budaya literasi digital yang memadai (Jenkins, 2009, p.234).

Di Indonesia, literasi digital masih dianggap baru karena belum dipahami secara utuh oleh semua kalangan. Pemerintah mewajibkan pada guru di sekolah, untuk melakukan pembiasaan dalam mengakses, mencari, memanfaatkan informasi secara pintar, cermat, dan cerdas. Guru harus memiliki tingkat literasi digital yang mumpuni, sehingga dapat membedakan mana informasi yang benar dan salah untuk di informasikan kepada peserta didik. Di sekolah guru mengajarkan cara memilah kebenaran sebuah informasi dan menanamkan karakter kepada peserta didik dalam memanfaatkan teknologi digital, sehingga peserta didik dapat menghindari dampak negatif yang bisa didapatkan jika tidak bijak menggunakan internet.

Tantangan terbesar dalam penerapan literasi digital di sekolah berasal dari internal sekolah, di antaranya kemampuan guru di bidang literasi digital yang belum memadai. Di tengah berkembangnya generasi milenial di abad 21 yang dikenal dengan generasi Z, merupakan digital native yang lahir dan tumbuh di era digital. Kemudahan akses serta keseharian yang dikelilingi oleh teknologi informasi dan komunikasi. Sebaliknya, penggunaan media digital di kalangan guru hanya sebatas sebagai alat mencari sumber-sumber informasi yang terkait dengan penyediaan bahan belajar mengajar serta melakukan komunikasi oleh guru kepada peserta didik baik secara personal maupun melalui group diskusi (Emiri, 2015, p.157).

Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya pemakaian media digital di kalangan profesional guru di Indonesia. Kota Bogor merupakan salah satu kota di Indonesia yang menerapkan smart city. Smart city merupakan konsep pemanfaatan teknologi informasi untuk mendorong pemerintah menciptakan layanan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Sejalan dengan konsep smart city, setiap masyarakat harus memiliki kemampuan digital yang baik sehingga, pemanfaatan teknologi dan media informasi dapat dimanfaatkan secara produktif. Tak terkecuali para guru di lingkup Kota Bogor, untuk meningkatkan proses pembelajaran, untuk menguatkan karakter peserta didik dalam mengakses media digital, guru harus memiliki keterampilan literasi digital yang mumpuni sehingga dapat memberikan penguatan karakter peserta didik.

BACA JUGA

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Dari Gontor ke Bulaksumur

Muhammad Ragil & Dholina Inang (2018:392) dalam penelitiannya mengenai literasi digital dalam pembelajaran di sekolah dasar hampir 99% peserta didik di era revolusi industri telah menggunakan smartphone sebelum usia 9 tahun. Aktivitas yang sering dilakukan adalah menonton youtube dan bermain games. Dari hasil penelitian Ragil dan Inang, dapat disimpulkan bahwa dunia digital telah memasuki dunia generasi muda tak terkecuali peserta didik dalam ranah sekolah dasar maupun madrasah ibtidaiyah. Oleh karena itu diperlukan data mengenai pola sekolah menghadapi perkembangan era digital dalam pembelajaran di sekolah. Literasi Digital di Sekolah perlu digalakkan dari setiap aspek, baik dari sisi peserta didik maupun dari sisi guru sebagai tenaga pendidik. Siti Masitoh (2018:32) meneliti mengenai literasi digital sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan menuju generasi emas 2045, dan hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa guru dan dosen abad 21 ditantang untuk dapat menyiapkan komponen pembelajaran yang dapat menggerakkan literasi di sekolah. Ternyata pada tahun 2017 sebelum Siti Masitoh, sudah ada penelitian literasi digital untuk guru (SMA)/madrasah aliyah (MA) di wilayah Jakarta Pusat yang diteliti oleh Indah Kurnianingsih, Rosini dan Nita Ismayati (2017:76), hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa guru memerlukan pelatihan infomasi untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menggerakkan literasi sains.

Istilah literasi digital dicetuskan pertama kali oleh Paul Gilster (1998:210) sebagai kemampuan menggunakan informasi secara efektif dan efisien dari berbagai sumber digital. Kemampuan literasi digital tidak hanya seputar kemampuan membaca, akan tetapi proses berpikir secara kritis untuk menyintesis informasi yang ditemukan di media digital. Gilster menyebutkan terdapat empat aspek kompetensi agar seseorang dikatakan melek digital. Keempat aspek tersebut adalah aspek pencarian di internet, aspek pandu arah hypertext, aspek evaluasi konten informasi serta aspek penyusunan pengetahuan.

Menurut Belshaw (2001:115), literasi digital merupakan suatu kemampuan memahami informasi dalam bentuk informasi multimedia. Literasi digital bukan hanya sekedar kemampuan untuk menggunakan sumber digital tersebut, namun juga kemampuan berfikir terhadap informasi yang didapatkan dari berbagai sumber multimedia secara efektif. Literasi digital adalah kecakapan dan pengetahuan seseorang untuk menggunakan media digital, dan berkomunikasi dalam menggunakan, mencari, membuat informasi, serta memanfaatkannya secara bijak, cermat, cerdas, tepat, dan mematuhi hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Literasi digital merupakan kecakapan hidup yang harus dimiliki oleh berbagai lapisan masyarakat.

Seseorang dengan kemampuan literasi digital yang baik dapat mengakses, memahami konten, menginformasikan, membuat bahkan memperbarui media digital. Jika seseorang memiliki kemampuan ini, media digital dapat dimanfaatkan secara produktif, bukan untuk tindakan destruktif bahkan konsumtif. Maka dari itu pembelajaran literasi digital diperlukan dalam masyarakat (Graber, 2012, p.90). Pembelajaran literasi digital dapat ditempuh dengan pendidikan sekolah (formal) dan masyarakat (informal dan nonformal). Di sekolah, literasi digital dapat dikembangkan masuk ke dalam proses pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum dengan media digital seperti melalui komputer, internet (blog, media sosial, web), dan telepon pintar. Peserta didik dapat diajak untuk memahami dan membedakan berita hoax dan berita benar yang tersebar di internet.

Selain itu, guru dapat memberikan situs-situs yang bermanfaat untuk pembelajaran dan cara penggunaannya, seperti rumah belajar Kemdikbud dan internet literacy program (Mishra, R.,N. & Mishra, C., 2010, p.51). Selain peserta didik yang perlu ditingkatkan keterampilan literasi digitalnya, guru pun perlu ditingkatkan pengetahuan dan kreativitasnya dalam proses pengajaran literasi digital, dan kepala sekolah perlu memfasilitasi guru atau tenaga kependidikan dalam mengembangkan budaya literasi digital sekolah.

Guru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang terintegrasi dengan media digital harus melibatkan nilai-nilai universal yang harus ditaati setiap pengguna seperti menjaga privasi, berekspresi, keberagaman budaya, hak intelektual, dsb. Maka guru perlu membimbing dan mengajari peserta didik nilai-nilai karakter yang harus dimiliki agar bijak dalam menggunakan media digital. Penanaman dan penguatan karakter bangsa dapat dicapai dengan baik melalui literasi digital, karena literasi digital membuat guru maupun peserta didik dapat mengakses, memilah dan memahami berbagai jenis informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup seperti kesehatan, pengasuhan anak, dan keluarga (Pischetola, 2011, p.9).

Penguatan karakter peserta didik melalui literasi digital di sekolah dapat difasilitasi dengan pengembangan kapasitas (Capacity Building) kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan terkait dengan penerapan literasi digital di lingkungan sekolah. Pengembangan capacity building dapat melalui kegiatan pelatihan, workshop, FGD (focus group discusion) tentang literasi digital. Kegiatan capacity building berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan media digital seperti internet, blog, media sosial, konten pendidikan seperti rumah belajar dalam pengembangan sekolah, misalnya, kepala sekolah dan pengawas diberikan pelatihan tentang penggunaan media digital dalam manajemen sekolah, guru diberikan pelatihan tentang pemanfaatan media digital dalam pembelajaran, serta peserta didik didorong untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara cerdas dan bijaksana. Pelatihan di sini juga ditekankan pada keteladanan yang diberikan oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan terkait dengan penerapan literasi digital di lingkungan sekolah. []

Email: [email protected]

Tags: Literasi digitalMilenialPembelajaranVokasi IPB
Share461Tweet288Send
Previous Post

Polisi Temukan Truk Berisi 39 Mayat di London

Next Post

KNKT Paparkan Hasil Investigasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Comments 1

  1. Hana L says:
    7 years ago

    Good

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result