London, Gontornews — Pihak kepolisian Inggris berhasil menyita sebuah truk berisi 39 mayat, Rabu (23/10). Pihak kepolisian lantas mengamankan sang pengemudi berikut truk trailer karena diduga telah melakukan pembunuhan.
Penemuan 39 jenazah dalam truk tersebut terjadi di dekat dermaga Grays, sekitar 32 Kilometer sebelah Timur kota London.
Polisi mengatakan bahwa truk trailler tersebut telah melakukan perjalanan dari Zebrugge Belgia menuju Purfleet dan tiba pad apukul 12.30 waktu setempat. Setelah meninggalkan pelabuhan, layanan ambulans memberitahu kepada pihak polisi bahwa mereka menemukan sejumlah mayat dalam truk trailer tersebut.
Mengenai penemuan 38 mayat ini, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson terkejut dan meminta pembaharuan berita terkait kasus ini. Ia menduga bahwa penemuan 38 mayat ini terkait erat dengan sindikat perdagangan manusia.
“Kita semua tahu bahwa perdagangan ini sedang berlangsung. Semua pedagang manusia harus diburu dan diseret ke pengadilan,” katanya sebagaimana dilansir Reuters.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Bulgaria mengatakan bahwa kendaraan ini memang terdaftar atas nama sebuah perusahaan yang dimiliki wanita asal Irlandia di Bulgaria pada 19 Juni 2017. Namun, sejak saat itu, kendaraan tersbeut tidak pernah kembali lagi kepada pemiliknya.
Perdana Menteri Bulgaria, Boyko Borissov, memastikan bahwa negaranya tidak memiliki hubungan dengan penemuan 38 mayat di London tersebut.
Selain Bulgaria, Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadkar juga meminta kepada pihak berwenang untuk melakukan investigasi jika benar truk itu berjalan melewati wilayah Irlandia.
“Pada tahap ini, kami belum dapat mengidentifikasi dari mana korban berasal ataupun indentitas mereka. Kami menduga bahwa penyelidikan ini bisa memakan waktu yang panjang,” kata Wakil Kepala Polisi Essex, Constable Pippa Mills.
“Saya menghargai seberapa menarik masyarakat dan media terkait insiden ini. Kita juga perlu memahami apa yang terjadi,” pungkas Mills. [Mohamad Deny Irawan]




















