Beirut, Gontornews — Para pemimpin Lebanon tengah mendiskusikan kemungkinan perombakan jajaran menteri setelah sejumlah elit politik melakukan protes. Kondisi tersebut melumpuhkan kondisi Lebanon setidaknya dalam satu minggu terakhir.
Otoritas Manorit Kristen Lebanon dan seorang politisi Druze terkemuka menyerukan agar sejumlah teknokrat yang memenuhi syarat agar dimasukkan dalam Reshuffle kabinet di pemerintah Lebanon.
Sebelumnya, Lebanon dilanda protes yang dinisiasi oleh politisi yang dituduh korupsi dan telah melakukan pemborosan negara hingga membuat negara terperosok dalam hutang dan krisis.
Sejumlah pengunjuk rasa mengibarkan bendera serta memblokade jalan-jalan utama sejak Rabu (16/10). Tidak hanya itu, para pengunjuk rasa juga menutup Bank juga sekolah.
βKami tinggal di jalan-jalan sampai dana publik yang dirampas dikembalikan atau sampai pemerintah jatuh,β ungkap salah seorang pendemostran, Heba Haidar, sebagiamana dilansir Reuters.
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Sadd Al-Hariri, telah mengumumkan paket reformasi darurat, Senin (21/10) guna meredakan kemarahan publik serta menjauhkan negara dari krisis keuangan yang semakin membayangi pemerintah Lebanon.
Dalam paket yang disampaikan Al-Hariri tersebut, pemerintah mulai mengelompokkan hampir semua partai pendukung utama dalam sistem pembagian kekuasaan sektarian.
βSaat ini, sedang dibahas secara luas di kalangan politisi di negara ini dan kami mungkin akan sampai di sanaΒ jika protes dilaksanakan di jalan utama dalam beberapa hari mendatang,β kata seorang politisi yang enggan disebutkan namanya.
βSemuanya sedang dibahas dengan tenang,β kata politisi lain yang mengindikasikan pemerintah tengah melakukan perombakan susunan kabinet. [Mohamad Deny Irawan]




















