Ponorogo, Gontornews — “Siapapun masinisnya, kereta harus tetap berjalan di atas rel-rel yang telah ditetapkan”, begitulah bunyi semboyan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam estafet kepemimpinan. Siapapun pimpinannya, Pondok harus tetap berjalan di atas nilai-nilai sunnah Pondok Modern Gontor.
Begitu juga dengan pengurus organisasi, dalam menjalankan tugasnya harus tetap berpegang teguh kepada sunnah-sunnah Pondok dan nilai-nilai pendidikan yang islami. Mengingat semakin dekatnya masa ujian Siswa Akhir Kelas 6 Gontor, bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pengurus Koordinator Gerakan Pramuka 15089 membacakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada seluruh santri dan Pimpinan PMDG.
Laporan ini merupakan wujud tanggung jawab nyata atas amanah yang diemban oleh semua pengurus selama satu periode. Mereka melaporkan hasil usaha dan evaluasi dengan open management, agar kelak pengurus setelahnya bisa mengambil contoh dan menjadi lebih baik.
Pada malam harinya, dilanjutkan dengan Serah Terima Amanat dan Pelantikan Pengurus Baru. Dalam kesempatan ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan bahwa santri harus berani menyampaikan yang baik itu baik, dan yang salah itu salah.
“Kepramukaan itu hidup, kesenian, keterampilan yang mendidik kehidupan. Insya Allah santri-santri sudah bisa membandingkan hidup di pesantren dan di luar pesantren. Kita membaca rapot kita masing-masing, barometer kerja, barometer hasil usaha. Yang baik kita pertahankan, yang kurang baik kita perbaiki. Berani mengatakan yang baik itu baik, dan yang salah itu salah. Setelah ini akan kita lihat sepak terjang pengurus Koordinator termasuk para pembimbing-pembimbingnya. Kita doakan bersama agar istiqomah dalam menjalankan amanat ini,” pesan Kiai Hasan Abdullah Sahal. [Rukh]



















