Roma, Gontornews — Sebuah organisasi non-pemerintah Spanyol, Open Arms, Senin (24/07/2023), berhasil menyelamatkan 73 migran gelap di Lautan Mediterania. Puluhan imigran yang berangkat dari Libya itu menuju pelabuhan Napoli di Italia.
“Sekarang mereka aman di kapal #OpenArms, yang menuju pelabuhan Napoli, yang ditunjuk oleh otoritas Italia,” ungkap pernyataan Open Arms dalam akun Twitter-nya.
“Laut Mediterania mengingatkan kita bahwa ada kenyataan beberapa kilometer dari rumah kita yang tidak ingin dilihat oleh pemerintah dan lembaga Uni Eropa. Ribuan orang mempertaruhkan nyawa mereka di laut untuk melarikan diri dari kekerasan, pelecehan dan kemiskinan,” sambungnya sebagaimana dilansir Anadolu.
Sejauh ini, jumlah migran gelap yang mencapai Italia melalui jalur laut sejak awal tahun 2023 telah mencapai 86.132 orang. Dalam arus migrasi tidak teratur menuju Eropa, rute Mediterania Tengah menonjol sebagai salah satu jalur yang paling banyak diperdagangkan dalam beberapa tahun terakhir.
Di jalur Mediterania ini, para migran gelap sering mengirimkan panggilan darurat di laut agar diselamatkan oleh organisasi masyarakat sipil yang berasis di Eropa. Terkadang, lembaga swadaya masyarakat ini menghadapi kesulitan dalam menurunkan para migran karena negara-negara anggota Uni Eropa menolak untuk menyediakan pelabuhan yang aman bagi mereka.
Biasanya, pendaratan pertama di Eropa bagi migran gelap yang berhasil menyeberangi Mediterania atau mereka berada di Pulau Lampedusa, daratan terdekat Italia ke Afrika Utara. Tetapi, sejumlah besar migran gelap kehilangan nyawa saat mencoba menyeberangi Mediterania karena kapal terbalik atau terdampar di perahu penuh sesak. [Mohamad Deny Irawan]



















