Kota Gaza, Gontornews — Pembangunan Lumbung Air Wakaf di Gaza, Palestina terus dikebut oleh tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan relawan konstruksi di Gaza. Per September ini, sudah di tahap 65 persen pembangunan, diperkirakan pabrik air minum ini akan rampung pada November 2021. Jika sudah beroperasi, Lumbung Air Wakaf mampu memproduksi hingga seribu botol air minum tiap harinya.
“Pembangunan Lumbung Air Wakaf ini juga menjadi ladang pekerjaan besar bagi para pekerja di Gaza. Sebab, dari mulai proses pembangunan hingga nanti selesai dan operasional akan melibatkan warga Palestina. Insyaallah, membuka ladang rezeki untuk mereka,” ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response-ACT dilansir dari laman ACTNews, Kamis (23/9).
Lebih lanjut, Said menjelaskan, bangunan yang berdiri di tanah seluas 500 meter persegi ini, memiliki dua lantai. Di mana lantai dasar akan digunakan untuk tempat mesin, panel, dan tangki. Sementara di lantai dua akan digunakan sebagai ruang administrasi, pantri, dan toilet.
Dibangun di daerah daerah Alkarama, di timur Jabalia, Gaza Utara, Lumbung Air Wakaf mampu memproduksi hingga 100 ribu liter air bersih tiap harinya. Air dari sana juga akan dikemas dengan jumlah produksi mencapai seribu botol per hari. Selain itu, Lumbung Air Wakaf menjadi tempat pengisian ulang Humanity Water Tank yang akan berkeliling Gaza untuk membagikan air bersih ke rumah-rumah.
Hadirnya Lumbung Air Wakaf diharapkan mampu menyelesaikan krisis air bersih yang telah parah menimpa warga Gaza. Selama ini, mayoritas warga Gaza masih meminum air dengan kualitas di bawah rata-rata standar kesehatan. Air yang mereka minum pun sering kali berasal dari sumber air yang tercemar.
“Selain menjadi solusi atas kebutuhan air minum masyarakat, Lumbung Air Wakaf juga bakal menjadi medium edukasi dan mengenalkan kepada masyarakat secara luas tentang wakaf. Masyarakat akan melihat dan merasakan langsung bagaimana program yang dihasilkan dari pengelolaan dana wakaf,” pungkas Said. []





















