Tokyo, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan bahwa saat ini sekolah bukan hanya tempat untuk berbagi pengembangan intelektual saja melainkan juga tempat penanaman nilai-nilai moralitas dan akhlak mulia.
Lebih lanjut, Perdana Menteri berusia 93 tahun itu menegaskan bahwa penanaman moral di dunia pendidikan dilaksanakan mulai di jenjang taman kanak-kanak hingga di jenjang perkuliahan.
“Saya merasa bahwa sekolah-sekolah mulai dari taman kanak-kanak hingga universitas perlu memberikan perhatian khusus dalam upaya memberikan nilai-nilai moral yang baik,” kata Mahahtir saat melawat ke Jepang sebagaimana dilansir Free Malaysia Today.
“Saya melihat sebuah negara di mana anak-anak muda diajarkan untuk mengagumi seorang pemimpin dan menganggap mereka seperti halnya Tuhan yang tidak bisa berbuat salah.”
“(Padahal, yang semacam) itu akan membuat rakyat menderita, pemerintah yang akan gagal,” tambahnya.
Mahathir pun berujar bahwa tindak pidana korupsi bisa ditekan sedini mungkin dengan berupaya mengajarkan peserta didik bahwa korupsi adalah kejahatan.
“Ketika mereka masih muda, mereka harus diberitahu bahwa korupsi adalah kejahatan. Itu pertahanan terbaik untuk melawan korupsi. Jika Anda tumbuh dengan menolak korupsi, maka kondisi masyarakat Anda akan menjadi lebih baik,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]




















