Petaling Jaya, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, Kamis (4/2/2021), menyampaikan program vaksinasi Covid-19 mulai akhir Februari 2021. Malaysia, sambung Muhyiddin, menargetkan 80 persen populasi untuk mengikuti program vaksinasi guna membentuk kekebalan komunal atau herd immunity.
“Kami menargetkan sebanyak 80 persen (populasi) atau 26,5 juta individu akan mendapatkan vaksin secara gratis,” kata Muhyiddin dalam konferensi pers yang dilansir The Stars.
Pada gelombang pertama ini, Muhyiddin menganggap vaksinasi sebagai secercah harapan bagi bangsa dalam memerangi pandemi Covid-19. Pengganti PM Mahathir Mohamad tersebut juga memastikan penggunaan vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech yang kabarnya akan segera tiba.
Pada fase ini, Malaysia menargetkan program imunisasi bagi 500.000 petugas medis dan nonmedis dengan target selesai bulan April.
Untuk tahap kedua, pemerintah menargetkan kelompok rentan dan berisiko tertular seperti orang tua berusia lebih dari 60 tahun, penyandang disabilitas, penderita jantung, obesitas, diabetes dan hipertensi.
“Sebanyak 9,4 juta orang akan mendapatkan vaksin tahap kedua yang berlangsung mulai April hingga Agustus tahun ini,” sambung Muhyiddin.
Sedangkan tahap ketiga, Malaysia menargetkan vaksinasi pada kelompok masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Tahap ini akan berjalan mulai Mei 2021 hingga Februari 2022.
“Program vaksinasi Covid-19 nasional merupakan program vaksinasi terbesar yang pernah dilakukan di Tanah Air. Saya menyerukan kepada semua warga Malaysia untuk memobilisasi sumber daya yang tersedia untuk memastikan keberhasilannya.”
“Kami semua bersama-sama dan hanya karena bersama-sama kami bisa menang,” terang Muhyiddin.
Terakhir, PM Muhyiddin mencatat bahwa pemerintah telah menyiapkan 600 pusat penyimpanan vaksin. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas aula dan fasilitas lain untuk mempersiapkan program vaksinasi. [Mohamad Deny Irawan]






















