Kuala Lumpur, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, tengah mengupayakan untuk bernegosiasi dengan Pemerintah Singapura tentang batas wilayah maritim di antara kedua negara. Menurutnya, Malaysia tidak menginginkan konfrontasi dengan Singapura dan berharap masalah tersebut selesai di meje perundingan.
“Kami akan berbicara dengan mereka (Singapura). Kami tidak ingin berkonfrontasi dengan Singapura. Terkadang klaim sepihak sering terjadi, tetapi kami dapat menyelesaikannya dengan negosiasi,” ungkap PM Malaysia, Mahathir Mohamad sebagaimana dilansir The New Strait Times dari Bernama.
“Saat ini, karena tidak adanya kepastian dari kedua negara, kapal-kapal tersebut ada di sana. Entah itu kapal-kapal Singapura atau kapal-kapal Malaysia,” tambah Mahathir.
Gesekan antara kedua negara mengenai batas wilayah maritim terjadi menyusul klaim Singapura yang menyebut bahwa pelabuhan Johor Baru telah memasuk ke perairan Singapura di Tuas. Sementara Malaysia membalas tuduhan tersebut dengan menyebut bahwa Singapurlah yang bersalah karena telah memperpanjang perbatasan maritimnya di Tuas hingga memasuki perairan Malaysia.
Pernyataan tersebut dilontarkan Menteri Transporasi Malaysia, Anthony Loke yang mengatakan bahwa laporan yang disampaikan oleh Singpaura tidak akurat karena perubahan pelabuhan Johor Baru tidak pernah berada di perairan Singapura.
Mahathir pun berharap bahwa negosiasi dan diplomasi akan dilaksanakn sesegera mungkin agar permasalahan sengketa di antara kedua negara terkait perbatasan wilayah maritim dapat segera terselesaikan.
“Sekarang. Sesegar mungkin,” pungkas Mahathir kala ditanya waktu negosiasi antara dirinya dengan otoritas terkait di Singapura. [Mohamad Deny Irawan]





















