Ottawa, Gontornews — Seorang mantan pejabat tinggi intelijen Arab Saudi yang tinggal di Kanada menuduh dalam gugatan yang diajukan di pengadilan AS pada 6 Agustus bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengirim tim untuk membunuhnya pada 2018 tapi upaya itu digagalkan oleh otoritas Kanada.
Saad al-Jabri adalah ajudan lama Pangeran Mohammed bin Nayef. Putra mahkota, MBS, menggulingkan Nayef sebagai pewaris takhta dalam kudeta istana 2017 yang membuatnya menjadi penguasa de facto Saudi.
Orang-orang yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada Reuters awal tahun ini bahwa Jabri memiliki akses ke dokumen yang berisi informasi sensitif yang dikhawatirkan MBS dapat membahayakan.
Dalam gugatan 107 halaman terhadap MBS dan 24 lainnya yang diajukan di pengadilan federal di District of Columbia, Jabri mengatakan putra mahkota “mengirim regu pembunuh” ke Kanada pada Oktober 2018.
“Sebuah tim warga negara Saudi melakukan perjalanan melintasi Samudra Atlantik dari Arab Saudi … dengan tujuan membunuh Dr Saad,” kata gugatan tersebut.
Namun kantor media pemerintah Saudi tidak segera berkomentar atas gugatan tersebut. Kedutaan Saudi di Ottawa tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
“Pasukan pembunuh” terdiri dari anggota kelompok yang dekat dengan MBS yang disebut Pasukan Harimau. Mereka membawa dua tas alat forensik. Tim itu termasuk seseorang yang tahu bagaimana membersihkan tempat kejadian perkara, menurut gugatan tersebut.
Orang-orang itu “berusaha memasuki Kanada secara diam-diam, bepergian dengan visa turis” dan berpura-pura tidak saling mengenal. “Agen perbatasan yang mencurigai menemukan sebuah foto yang menunjukkan beberapa pria bersama-sama, mengungkapkan kebohongan mereka dan menggagalkan misi mereka,” katanya seperti dirilis hurriyetdailynews.com.
Insiden yang diduga terjadi kurang dari dua pekan setelah agen Saudi membunuh jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Sumber Turki mengatakan kepada Reuters bahwa gergaji tulang digunakan untuk memotong-motong jurnalis itu.
MBS mendapat kecaman internasional atas pembunuhan Khashoggi, yang menurut sumber Central Intelligence Agency (CIA), MBS menyetujui dan mungkin telah memerintahkan.
Namun MBS membantah telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Tapi dia mengatakan akhirnya memikul “tanggung jawab penuh” sebagai pemimpin de facto Saudi.
Keluarga Jabri mengatakan, MBS telah menahan dua anaknya yang sudah dewasa dan saudara laki-lakinya untuk memaksanya kembali.
Jabri, yang menggambarkan dirinya sebagai sekutu lama badan intelijen AS, mengatakan dia mengajukan gugatan di Amerika Serikat karena sebagian dugaan komplotan terhadapnya “terjadi di Amerika Serikat”.
Hubungan Kanada dengan Saudi memburuk sejak Agustus 2018, ketika Ottawa mengkritik Riyadh atas hak asasi manusia. []






















