Awal tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi masyarakat dunia. Tahun penuh cobaan khususnya bagi umat Islam di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Global pandemi berupa virus corona telah membatasi ruang gerak manusia. Namun jika ditelaah banyak hikmah yang dapat diambil dari musibah itu. Salah satunya tidak beroperasinya tempat-tempat hiburan malam, seperti klub malam, karaoke, dan billiard. Hal itu disebabkan oleh penularan virus corona yang sangat mudah dan cepat.
Padahal, untuk menghentikan hiburan malam, pemerintah setempat dan Ormas Islam harus berjuang dan berjibaku. Namun hanya dengan mengirimkan mahklukNya, Allah telah menghentikan kemungkaran mereka.
Selain itu, hikmah lain dari adanya virus corona yaitu adanya kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul bersama. Dengan adanya peraturan belajar dan bekerja dari rumah, anggota keluarga, khususnya orangtua memiliki waktu lebih banyak untuk mengajarkan anak-anak mereka.
Wabah virus corona juga memberikan hikmah bagi saudara-saudara Muslim yang tengah dizalimi musuh-musuh Allah ‘Azza wa Jalla. Salah satunya rakyat Palestina yang puluhan tahun dijajah Zionis Israel. Tentara Israel rupanya takut dengan wabah yang saat ini juga melanda wilayahnya. Sehingga mereka lebih memilih menghentikan serangan-serangannya ke wilayah Palestina.
Islam agama yang sempurna. Segala sesuatu telah diatur, termasuk juga menghadapi wabah. Al-Qur’an, Sunnah Nabi dan ijma para ulama menjadi sumber dari segala masalah yang menimpa manusia. Untuk itu, seorang Muslim dalam menghadapi wabah harus selalu berpegang teguh kepada ketiga sumber huukum itu. Dalam al-Qur’an surat at-Taubah ayat 51 Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”
Dalam ayat tersebut sangat jelas dikatakan bahwa tidak ada satupun musibah menimpa seseorang kecuali atas izin Allah, dan kepada Allah juga kita meminta pertolongan dan perlindungan dari segala mara bahaya, karena Allah-lah sebaik-baik tempat berlindung.
Selain itu, sebagai ikhtiar diri dalam menghadapi wabah virus corona, kita harus terus mengikuti arahan-arahan medis yang sesungguhnya sudah diajarkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, seperti menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan dan menjalankan etika batuk dan bersin.
Menjaga kebersihan tangan sebagaimana juga yang diarahkan para tenaga kesehatan penting, karena tangan merupakan sarana utama penyebaran virus corona. Demikian juga dengan menjalankan etika batuk dan bersin, yaitu dengan menutup mulut dan hidung juga penting, sebab cairan yang dikeluarkan melalui batuk dan bersin menjadi perantara untuk menularkan virus tersebut.
Namun demikian, adakalanya musibah dan cobaan, termasuk juga wabah virus corona yang saat ini melanda dunia termasuk Indonesia, merupakan sindiran yang Allah ‘Azza wa Jalla berikan kepada kita, lantaran sikap acuh terhadap kemungkaran yang terjadi. Termasuk diamnya kita atas kezaliman-kezaliman yang dirasakan saudara-saudara Muslim kita di segala penjuru dunia, seperti penyiksaan dan pembantaian yang dialami Muslim Rohingya di Myanmar, Muslim Uighur di Cina, dan Kashmir di India.
Jika kita tidak bisa mengambil pelajaran dari musibah yang Allah berikan saat ini, bisa saja Dia akan memberikan musibah yang lebih besar dari ini. Na’udzubillah.
Untuk itu, tetap bertawakal dan berikhtiar, dengan menjaga kebersihan dan menjalankan arahan-arahan dalam pencegahan penularan virus corona dengan tetap menjaga jarak dan tidak keluar rumah kecuali ada urusan yang sangat penting.
Namun yang terpenting, kita harus terus-menerus dan selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT dari pandemi virus corona. Karena Dia sebaik-baik tempat berlindung. []





















