Oleh KH Syamsul Hadi Abdan
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (البقرة 261)
Siapa yang menanam kebaikan, maka ia akan mendapat balasan kebaikan yang berlipat. Begitulah kesimpulan dari ayat di atas. Trimurti memulai menanam “benih” kebaikan dengan mengelola tanah warisan peninggalan orangtua. Mereka menjadikan tanah warisan itu sebagai tempat untuk mengajar anak-anak tentang agama. “Benih” tersebut kini tumbuh sangat subur dan telah menghasilkan “biji-biji” yang berkualitas tinggi.
Allah telah melapangkan kepada kita medan untuk menanam benih-benih kebaikan. Berjuang di pondok ini, berjuang dengan harta, pikiran dan tenaga bahkan nyawa adalah benih-benih yang nantinya akan tumbuh ribuan biji-biji kebaikan. Maka, berjuanglah dengan sepenuh hati.
Benih yang baik tentunya akan tumbuh dengan subur jika si empunya menjaga dan mengelolanya dengan penuh perhatian. Gontor, selama 90 tahun mendidik santri-santrinya dengan selalu melakukan evaluasi tiap harinya. Gontor akan terus melakukan pengembangan yang sejalan dengan nilai, jiwa dan filsafatnya. Gontor tidak pernah tidak meningkatkan kualitas. Gontor tidak pernah tidak memikirkan pendidikan santri-santri.
Gontor menjalani 90 tahun umurnya dengan penuh suka dukanya, menghadapinya dengan penuh hambatan dan halangan. Dengan segala kekurangannya, Gontor akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik. Dengan terus berusaha, maka Allah akan menuntun ke jalan keluar dari setiap rintangan.
اتقو الله و يعلمكم الله (الآية)
Gontor dengan 20 cabangnya ini adalah amanat besar dari Allah. Amanat yang nantinya akan diminta pertanggungjawabannya. Jalankanlah amanat ini dengan sebaik mungkin, Lillah.
























