Selalu ingin menang dan tidak mau kalah adalah fitrah yang dimiliki anak-anak, baik dalam bermain maupun saat duduk di bangku sekolah. Namun, pada kenyataannya dalam kehidupan selalu ada menang dan ada kalah.
Oleh sebab itu, mengajarkan anak tentang kalah sejak dini adalah hal yang perlu dilakukan orang tua, untuk bisa mengajarkan anak sifat rendah hati dan menghindari sifat sombong serta rendah diri pada anak.
Psikolog, Saskhya Aulia Prima mengatakan, untuk mengajarkan anak kalah, orang tua harus mengetahui trik sehingga anak tidak salah dalam menerimanya. Sebisa mungkin orang tua untuk tidak mengkritik, terlebih membandingkan anak dengan anak lain.
“Sampaikan kepada anak bahwa kalah adalah hal yang wajar,” jelasnya seperti yang dikutip motherandbaby.co.id.
Sementara itu, Dr. Eileen Kennedy, salah satu kontributor buku Smart Parenting for Smart Kids seperti yang dikutip theasianparent.com mengatakan, memiliki tingkat kompetisi yang tinggi pada anak-anak adalah hal yang wajar. Sehingga orang tua tidak perlu khawatir jika anak memiliki keinginan untuk selalu menang.
Ketika anak ada pada posisi kalah baik saat bermain maupun dalam belajar, hargai segala bentuk usaha yang sudah anak lakukan. “Katakan kepadanya bahwa ia telah kalah dengan cara yang benar, adil dan terhormat,” jelasnya.
Selain itu, orang tua hendaknya memberikan alasan yang jujur, hal apa yang membuat ia kalah. Apabila anak ingin melakukannya kembalu maka orang tua harus memberikan dukungan dan tetap berada bersamanya.[Devi Lusiana]


















