Jakarta, Gontornews — Puluhan ribu pesantren berdiri di Indonesia. Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mencatat, pada tahun 2022/2023 terdapat 39.043 pesantren di Indonesia. Selama ini pula pesantren sudah sangat akrab dengan pengelolaan wakaf dan tidak sedikit pesantren yang berhasil menjadikan aset wakaf pesantren sebagai wakaf produktif. Salah satu pesantren yang dapat dianggap berhasil dalam pengelolaan wakaf produktif yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur.
Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam salah satu buku yang diterbitkan pada tahun 2021 berjudul “Perencanaan Wakaf: Panduan Perencanaan Masa Depan Penuh Manfaat” menyebut pesantren pertama yang mengambil inisiatif untuk memiliki yayasan wakaf resmi yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai pelopor modernisasi pesantren dan menjadikan pesantren ini berbasis wakaf sejak tahun 1958.
Dalam pidatonya di acara pembukaan Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Ponorogo, Jawa Timur, pada Rabu (27/9/2023) Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi menjelaskan, tahun 1958 merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah Pondok Modern Darussalam Gontor. Karena pada tahun itu Pondok Modern Darussalam Gontor melaksanakan peringatan empat windu Pondok Modern Darussalam Gontor dan ikrar wakaf.
“Setelah Kulliyyatul Mu’allimin Islamiyah (KMI) berjalan 3 dekade lebih, ditambah program Underbow dan Bovenbouw, ketiga pendiri Pondok Modern Gontor (Trimurti) bertekad bulat untuk mewakafkan pondoknya kepada umat Islam. Upacara penyerahan wakaf dilaksanakan sehari setelah pembukaan acara peringatan empat windu yaitu pada tanggal 28 Rabiul Awwal 1378/12 Oktober 1958. Sebagai wakif para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor yang disebut sebagai pihak pertama dan sebagai nazhir atau yang disebut pihak kedua yaitu 15 orang pemuda yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia yang merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang kemudian disebut Badan Wakaf.”
Sebagai saksi dalam penyerahan piagam wakaf yaitu Menteri Agama Republik Indonesia KH Muhammad Ilyas, Gubernur Jawa Timur Raden Samadikun, Panglima Brawijaya Kolonel Sarbini, Wakil dari PBNU KH Anwar Musadad, Wakil dari PP Muhammadiyah KH Hasyim serta Wakil Perdana Menteri Indonesia KH Idham Chalid. Sedangkan piagam ikrar wakaf dibacakan oleh KH Zainuddin Fanani dan dilanjutkan dengan penandatanganan piagam oleh kedua pihak. Adapun harta benda Trimurti yang diwakafkan tercantum dalam Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dalam Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor para wakif juga menuliskan amanat dan harapan tentang lembaga pendidikan yang diwakafkannya itu. Pertama, Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai lembaga pendidikan Islam harus tunduk terhadap ketentuan-ketentuan hukum Islam dan menjadi amal jariyah serta tempat beramal.
Kedua, Pondok Modern Darussalam Gontor harus menjadi sumber ilmu agama Islam, Bahasa Arab, dan ilmu pengetahuan umum tetapi tetap berjiwa pondok.
Ketiga, Pondok Modern Darussalam Gontor harus menjadi lembaga yang berkhidmah kepada masyarakat membentuk karakter umat guna kesejahteraan lahir batin dunia akhirat.
Keempat, pihak penerima amanat berkewajiban memelihara dan menyempurnakan Pondok Modern Darussalam Gontor agar menjadi universitas Islam yang bermutu dan berarti.
Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasyi menjelaskan, Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan pada tanggal 20 September 1926 bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1345, dalam peringatan Maulid Nabi. “Jika dihitung, pada tanggal 12 Rabiul Awal 1445 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 27 September 2023 Pondok Modern Darussalam Gontor genap berusia 100 tahun berdasarkan kalender hijriyah,” jelasnya di acara pembukaan Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (27/9/2023).
Menurutnya, Pondok Modern Darussalam Gontor mampu bertahan dan terus berkembang hingga usianya satu abad ini tidak lepas dari berbagai sistem. Sistem itu antara lain sistem pengajaran bahasa Arab, sistem wakaf, sistem pendidikan kepemimpinan, sistem kemandirian.
“Gontor ini adalah pendidikan yang kalau diteliti di dalamnya ada banyak sistem. Semuanya wakaf. Sistem wakaf ini sudah saya seminarkan di berbagai negara. Ternyata ini unik. Lembaga pendidikan punya bisnis, dan bisnisnya itu wakaf. Kalau di Turki, lembaga wakaf itu di luar universitas,” bebernya.
Lanjut Prof Hamid menjelaskan nilai yang penting dari pondok ini adalah sistem wakaf, karena pondok ini diwakafkan oleh pendirinya dan pada prinsipnya, Gontor maju bukan karena dibantu tapi dibantu karena maju. “Di Pondok Modern Gontor ini semuanya untuk wakaf termasuk mulai dari orangnya. Tidak ada materi, tidak sekedar apa namanya tanah dan sebagainya. Sistem pun kita wakafkan. Manusianya kita wakafkan. Inilah sistem wakaf holistik yang kita tawarkan kepada dunia,” imbuhnya.
Adapun capaian 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor adalah dari jumlah luasan, lahan, santri, dan lainnya. Dari data yang ada bahwa saat ini jumlah santri Pondok Modern Darussalam Gontor mencapai 30.000 santri.
Selain itu, Pondok Modern Darussalam Gontor juga memiliki sekitar 30 unit usaha. “Disebutkan tanah kita dari 17 hektare menjadi kali 1000. Padahal di dalam ayat Al-Qur’an hanya 700 kali, paling 700 ini sudah 1000. Itu satu hal yang bagi kami monumental, perkembangan yang luar biasa,“ terangnya.
Hal senada juga ditegaskan oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal yang mengatakan semua yang ada di Pondok Modern Gontor ini telah diwakafkan. “Pondok ini bukan harta bendanya saja yang diwakafkan, bukan gedungnya saja, bukan tanahnya saja, tetapi nilai-nilai yang ada di pondok ini, idenya dari pondok ini, sistem di pondok ini adalah wakaf bagi kita semua,” beber KH Hasan Abdullah Sahal di acara pembukaan Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (27/9/2023).
KH Hasan Abdullah Sahal mengingatkan bahwa nyawa dan hidup merupakan pinjaman dari Allah. Keluarga pendiri sudah mewakafkan PMDG kepada umat Islam sehingga terdapat peran badan wakaf sebagai lembaga tertinggi. ”Umat Islam seluruh dunia bertanggung jawab untuk menjaga dan memajukan Pondok Modern Darussalam Gontor. Karena Gontor bukan punya Trimurti, bukan punya Jawa Timur, bukan punya Indonesia, tapi punya umat Islam sedunia,” pungkasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]



















