Depok, Gontornews — Bertambahnya angka kasus kejahatan jalanan, tentu menjadi tanggungjawab kita bersama. Khususnya bagi para orangtua agar selalu menjaga, mendidik, serta mengarahkan putra-putrinya supaya dijauhkan dari pergaulan yang salah.
Bunda Fuzna Marzuqoh SH, seorang trainer dan konsultan pada Kamis malam (20/1) berkesempatan mengisi acara kajian parenting yang digelar oleh Rumah Dakwah Indonesia. Dalam acara itu ia menekankan bahwa kesalahan orangtua dalam membangun komunikasi dengan anak dapat berefek besar pada perilaku anak. Bahkan lebih jauh lagi dapat menjerumuskan anak pada perilaku negatif di kemudian hari, termasuk diantaranya perilaku kejahatan jalanan.
Berikut beberapa faktor penghambat komunikasi sebagaimana diterangkan Bunda Fuzna, seperti memerintah, menyalahkan, meremehkan, membandingkan, melabel buruk (pemalas/suka membantah/dasar bodoh), mengancam, menyindir, membohongi, menuduh, mengkritik hasil kerja (tidak dihargai).
Ia pun menjelaskan bahwa orangtua penting untuk memahami juga mengenali perasaan anak sejak dini. Karena jika anak sudah merasa nyaman, dihargai serta dihormati perasaannya, lambat laun ia akan terus leluasa bercerita kepada orangtua.
Contoh kasus, jika misalnya anak merasa jengkel dengan temannya yang tidak menepati janji untuk datang tepat waktu ke sekolah, maka orangtua harus menghargai perasaan anak yang jengkel karena temennya yang telat tersebut.
“Anak itu boleh jengkel dan jangan bilang, ‘Sabar ya dek!’” ungkap Bunda Fuzna dalam kajian parenting bertema, Keluarga Bahagia, Saling Bicara; Jurus Sakti Komunikasi Keluarga. Hal itu memang terlihat bagus, imbuhnya, tapi di situ kita tidak menghargai perasaan jengkelnya yang memang wajar terjadi dikarenakan temannya yang tidak on time.
Sedangkan kembali harus dipahami bahwa kebutuhan perasaan manusia adalah ingin bisa didengar, dikenali, diterima, juga dimengerti. “Maka, kita harus mengenali perasaan orang di sekitar kita agar kita enak untuk diajak bicara,” tambahnya kepada Gontornews.com. Sedangkan untuk dapat terbiasa berkomunikasi yang baik, tentunya diperlukan ilmu, latihan, dan konsistensi diri secara berkesinambungan.
Pesan Fuzna, “If you want to change the world, start with yourself.” Bagaimana orang lain memperlakukan kita, sangat bergantung dengan apa yang kita lakukan. “Perbaiki komunikasi kita di dalam ruang terkecil keluarga, maka komunikasi itu akan berubah menjadi hal yang menyenangkan,” pungkasnya. <Edithya Miranti>



















