Depok, Gontornews — Konflik perselingkuhan dalam rumah tangga memang bukan satu dua kali terjadi di masyarakat. Hal ini tentu akan berdampak besar pada keretakan hubungan suami istri atau bahkan lebih dari itu yakni perpisahan antar keduanya.
Ustadz Satria Hadi Lubis MM MBA kepada Gontornews.com mengatakan, “Biasanya orang yang selingkuh kalau ketahuan dia akan menyalahkan pasangannya.” Baik itu karena dinilai kurang melayani pasangan, suka meremehkan pasangan, tidak mau meningkatkan kualitas diri, atau kekurangan ekonomi.
Selain itu, perselingkuhan juga bisa terjadi disebabkan kurangnya pengawasan dari pasangan. Seharusnya pasangan suami istri dapat mendeteksi sinyal-sinyal perselingkuhan dengan tidak cuek akan perilaku maupun penampilan pasangannya sendiri. Jadi, jangan terlalu percaya begitu saja dengan suami atau istri, namun demikian jangan sampai kita terlalu berlebihan hingga menimbulkan sikap cemburu buta
Misalnya, seorang istri melihat perubahan perilaku suami yang dulu tidak pernah memakai minyak wangi, namun sekarang menggunakan wewangian yang tercium tajam, atau suami melihat istri yang dulu tidak biasa dandan sekarang dandan, atau bisa juga seperti kepanikan saat gadgetnya diambil oleh pasangan dan lain sebagainya.
Ketika tampak di hadapan kita ada hal-hal terjadi di luar kebiasaan pasangan, hal itu seharusnya menjadi sinyal untuk mempertanyakan akan ada hal apa yang terjadi kepada pasangan kita. “Walaupun bukan mesti itu perselingkuhan, tapi kita harus mencari tahu itu,” tekan Ustadz Satria di hadapan ratusan jamaah yang mengikuti kajian online bersamanya.
Sebab perselingkuhan tentu akan membawa kepada perzinahan. Sedangkan berzina merupakan salah satu dosa besar yang mana dalam hukum Islam, pelakunya akan dihukum cambuk seratus kali dan diasingkan setahun bagi yang perjaka dengan gadis. Sedangkan bagi yang sudah menikah maka hadnya dicambuk seratus kali sampai mati.
Kalau negara kita, negara Islam, maka hukumannya jauh lebih berat. Namun, karena di Indonesia hukumannya ringan, maka perzinahan kerap dianggap sebagai hal yang biasa. Padahal di hari akhir nanti pelakunya akan dibakar dengan api neraka, kecuali orang-orang yang bertaubat.
Namun apakah ia tahu jika taubatnya akan diterima oleh Allah? Sedangkan hal itu hanya Allah Ta’ala saja yang tahu. “Jadi, amannya adalah jangan melakukan perzinahan atau perselingkuhan, karena azabnya sangat pedih,” terang penulis dan konselor keluarga tersebut. <Edithya Miranti>























