10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
34 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 21 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Menjaga Kejujuran sebagai Pilar Etika Sosial

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri, MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Landasan Teologis

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 January 2025
in Tafsir
0
Menjaga Kejujuran sebagai Pilar Etika Sosial

Foto: Cahaya Islam

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!” (QS At-Taubah: 119)

Asbabunnuzul

Surat At Taubah ayat 119 ini turun sepaket dengan dua ayat sebelumnya. Tiga ayat, yakni ayat 117-119, turun berkenaan dengan tobatnya Ka’ab bin Malik, Murarah bin Rabi’, dan Hilal bin Umayyah.

BACA JUGA

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Ketiganya tidak ikut Perang Tabuk. Ka’ab bin Malik sebenarnya telah mempersiapkan kendaraan perang dan perbekalan. Namun ia menunda-nunda. Ketika Rasulullah dan pasukan telah berangkat, ia berencana menyusul keesokan harinya. Ia masih sibuk dengan urusannya yang saat itu kebun-kebunnya sedang berbuah.

Hingga berlalu beberapa hari terdengar kabar Rasulullah dalam perjalanan pulang dari Perang Tabuk.  Ka’ab sempat berpikir mencari alasan dengan berdusta. Ka’ab sadar, kalaupun ia bisa berbohong, Allah akan mengungkap kebohongannya.

Ketika Rasulullah tiba di masjid kemudian selesai shalat dua rakaat, orang-orang munafik yang tidak ikut berperang berdusta agar dimaafkan Rasulullah. Rasulullah pun tidak menghukum mereka.

Giliran Ka’ab, ia tidak mengemukakan alasan apa pun. Ia mengakui dirinya bersalah tidak berangkat. Rasulullah mendiamkannya. Rasulullah menyatakan bahwa Ka’ab telah berkata jujur. Beliau meminta Ka’ab pergi hingga Allah menurunkan keputusan-Nya.

Keputusan itu pun turun. Iqab (sanksi) atas Ka’ab, Murarah dan Hilal yaitu tidak diajak komunikasi kaum Muslimin selama 50 hari. Pada 10 hari terakhir, istrinya pun dilarang komunikasi. Ka’ab merasa bumi menjadi sangat sempit. Ia seakan hidup sendiri tanpa teman tanpa saudara. Di hari ke-50, Allah menurunkan Surat At Taubah ayat 117-119. Bahwa Allah menerima tobat mereka dan menyerukan untuk tetap jujur serta membersamai orang-orang yang benar dan jujur.

Dengan asbabunnuzul ayat ini, Ka’ab sangat bersyukur telah berkata jujur. Ia pun berjanji kepada Rasulullah untuk tetap memegang kejujuran sepanjang hayatnya.

Interpretasi Para Mufasir

Dalam Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an disebutkan makna surat At-Taubah ayat 119: Bahwa orang-orang yang jujur hati mereka selamat dari niat buruk, berhati ikhlas dan berniat baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keadaan.

Perlu diketahui, bahwa kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa seseorang ke surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar ke surga. Dan seseorang yang terus menerus berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan mengantar ke neraka. Dan seseorang yang terus menerus berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong).” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam Tafsir Aisarut Tafâsîr, Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazâ’iri rahimahullah menafsirkan firman Allâh Azza wa Jalla (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allâh, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur!”

Beliau  mengatakan, “Bertakwalah kalian dengan mengikuti perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan jadilah kalian orang-orang yang jujur dalam niat, perkataan dan perbuatan. Dengan demikian, kalian akan bersama orang-orang yang jujur di akhirat, bersama Nabi SAW, Abu Bakar RA dan ‘Umar RA dan bersama seluruh para nabi, orang-orang yang shiddiiq, orang-orang yang syahid dan orang-orang yang shalih.”

Tafsir Surat At Taubah ayat 119 ini disarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Tafsir Al Azhar dan Tafsir Al Munir.

Ada tiga poin penting dalam ayat ini yakni: Perintah takwa, Berlaku jujur, dan Berjamaah bersama orang-orang yang jujur.

Dalam tafsir Al-Qurtubi dikatakan bahwa berkata benar merupakan ciri utama orang yang beriman, dan berbicara dengan kejujuran merupakan cara untuk menjaga hubungan yang baik dengan Allah dan sesama manusia. Tidak hanya berlaku dalam berbicara, kejujuran juga harus tercermin dalam setiap aspek kehidupan, seperti transaksi ekonomi, hubungan sosial, dan tindakan sehari-hari.

Dengan demikian, surat At-Taubah ayat 119 menekankan pentingnya kejujuran sebagai pilar utama dalam etika sosial. Para mufassir sepakat bahwa kejujuran bukan hanya berkaitan dengan perkataan yang benar, tetapi juga dengan integritas pribadi, kepemimpinan yang adil, dan hubungan sosial yang sehat. Kejujuran merupakan cerminan iman dan takwa, yang harus ditegakkan dalam setiap aspek kehidupan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan penuh kepercayaan.

Nilai-Nilai Pendidikan

Surat At Taubah ayat 119 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan bagi manusia. Pertama, nilai kejujuran. Kejujuran merupakan nilai utama dalam pendidikan, baik pendidikan agama, moral, maupun sosial. Dalam Surat At-Taubah ayat 119, Allah memerintahkan umat Islam untuk berbicara dengan (perkataan yang benar), yang menegaskan pentingnya kejujuran dalam berbicara dan bertindak.

Pendidikan terkait kejujuran: 1) Mendorong peserta didik untuk berbicara dan bertindak dengan benar, tanpa mengada-ada atau berbohong; 2) Mengajarkan bahwa kejujuran merupakan fondasi dari integritas pribadi dan sosial, yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan; Membangun karakter peserta didik agar menjadi individu yang dapat dipercaya oleh orang lain.

Kejujuran, seperti halnya sebuah model dalam deep learning, adalah sesuatu yang harus “dilatih” dan “dioptimalkan” dalam diri seseorang. Deep learning bekerja dengan memproses data dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola-pola untuk menghasilkan prediksi yang akurat. Demikian pula, individu harus “dilatih” dengan nilai-nilai yang benar, membentuk pola perilaku yang jujur melalui pengalaman dan pembelajaran

Kedua, nilai tanggung jawab sosial. Kejujuran yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan rasa tanggung jawab sosial. Orang yang jujur akan berkontribusi pada kebaikan sosial karena tidak akan menyebarkan fitnah atau kebohongan yang merugikan orang lain.

Pendidikan terkait tanggung jawab sosial: 1) Mengajarkan peserta didik untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, teman, dan Masyarakat; 2) Mendidik peserta didik untuk memahami dampak dari perkataan dan perbuatan mereka terhadap orang lain dan Masyarakat; 3) Menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan harus mengarah pada kebaikan dan kedamaian dalam masyarakat.

Ketiga, nilai ketakwaan. Dalam ayat ini, kejujuran dikaitkan dengan takwa kepada Allah. Ketakwaan merupakan kualitas orang yang selalu menjaga dirinya dari dosa dan berusaha untuk hidup sesuai dengan perintah Allah.

Pendidikan terkait ketakwaan: 1) Mengajarkan siswa untuk memahami bahwa setiap perbuatan dan perkataan yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah; 2) Menumbuhkan sikap untuk selalu berkata dan bertindak dengan penuh kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi; 3) Membekali siswa dengan pengetahuan agama yang mengarah pada pembentukan akhlak yang baik dan ketakwaan.

Keempat, nilai keadilan (Al-Adl). Kejujuran bagian dari keadilan, karena hanya dengan berbicara dan bertindak dengan benar, keadilan dapat tercipta dalam masyarakat. Kebohongan atau ketidakjujuran bisa menyebabkan ketidakadilan dan perpecahan.

Pendidikan terkait keadilan: 1) Mengajarkan peserta didik untuk berperilaku adil dan objektif, tidak memihak, dan selalu mengedepankan kebenaran dalam setiap masalah; 2) Mendidik peserta didik untuk menyuarakan kebenaran meskipun itu sulit atau tidak menguntungkan, karena keadilan harus ditegakkan; 3) Membentuk peserta didik agar memiliki sikap adil dalam memperlakukan semua orang tanpa membeda-bedakan.

Kelima, nilai kedamaian sosial. Kejujuran dalam berbicara dan bertindak dapat mencegah konflik dan perpecahan dalam masyarakat. Masyarakat yang jujur akan lebih mudah mencapai kedamaian dan saling percaya.

Pendidikan terkait kedamaian sosial: 1) Mengajarkan pentingnya berbicara dengan niat untuk menjaga persatuan dan menghindari pertikaian; 2) Mendidik peserta didik untuk menghargai perbedaan dan mengedepankan solusi yang berdasar pada kebenaran dan kedamaian; 3) Menumbuhkan empati pada peserta didik agar mereka dapat melihat dampak dari kebohongan dan ketidakjujuran terhadap hubungan sosial.

Landasan Teoretis

Dalam bahasa Arab, kata jujur semakna dengan aś-śidqu atau śiddiq yang artinya benar, nyata, atau berkata benar. Lawan kata ini adalah dusta, atau dalam bahasa Arab al-kidzbu.

Secara istilah, jujur atau aś-śidqu bermakna kesesuaian antara ucapan dan perbuatan, kesesuaian antara informasi dan kenyataan, ketegasan dan kemantapan hati, dan sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan.

Allah mengingatkan hamba-Nya dalam firman-Nya agar berkata jujur dengan tidak menyembunyikan kebenaran dan jangan mencampuradukkan kebatilan.

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Janganlah kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (jangan pula) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahui(-nya).” (QS Al-Baqarah: 42)

Imam Al-Ghazali membagi tingkat jujur sebagai berikut:

  • Jujur dalam lisan atau ucapan, menyangkut dalam penyampaian informasi, apakah benar atau hoaks.
  • Jujur dalam niat, mengenai keikhlasan di hati. Misal ketika beribadah, seseorang hendak mengharap ridha Allah SWT atau mengikuti riya karena nafsunya.
  • Jujur dalam tekad. Maksudnya, seberapa kuat keinginan seseorang untuk menggapai sesuatu yang diharapkannya. Apakah ia bisa tergoyahkan atau bersungguh-sungguh.
  • Jujur dalam perbuatan, perihal kesesuaian seseorang dalam menampilkan perilaku yang dilakukannya dengan sesuatu yang di dalam hatinya.
  • Jujur dalam menerapkan maqamat dalam agama, seperti khauf (takut kepada Allah), dan roja’ (berharap hanya kepada Allah). Dikatakan bahwa tingkatan jujur inilah yang paling tinggi, dan biasa dilakukan oleh para ahli tasawuf.

Orang yang selalu jujur akan mendapatkan ketenangan dalam hatinya. Dia akan merasa nyaman dengan kejujuran yang telah dia lakukan. Berbeda halnya dengan orang yang suka berdusta. Hidup mereka tidak akan tenang dan penuh dengan kebimbangan. Rasulullah SAW bersabda:

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ، فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ ، وَإِنَّ الكَذِبَ رِيبَةٌ

“Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu dengan mengerjakan apa-apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan sesungguhnya kedustaan (akan mengantarkan kepada) keragu-raguan atau kebingungan.” (HR At-Tirmidzi, No. 2518)

Nilai kejujuran harus kita tanamkan sejak dini pada anak-anak, karena hal ini akan membawa pengaruh hingga usianya dewasa.

Jujur itu mahal sekali harganya, karena kalau satu kali saja kita berbohong maka hilanglah kepercayaan seseorang kepada orang yang berdusta. Harga sebuah kejujuran bukanlah dalam bentuk materi, namun martabat diri. Kejujuran adalah mahkota kemuliaan bagi orang yang beriman.

Apabila kejujuran tidak ada dalam jiwa setiap individu maka sikap manusia terhadap sesamanya akan semakin buas dan garang. Meningkatnya rasa kecurigaan, dan tidak ada rasa saling percaya antarsatu dengan yang lainnya, khususnya dalam hal harta benda.

Kejujuran sebagai Pilar Etika Sosial

Kejujuran harus senantiasa kita terapkan sebagai pilar etika sosial dengan sesama manusia. Seorang yang jujur dalam kehidupannya setiap hari dengan orang lain, maka ia akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, contohnya seperti penjual dan pembeli. Rasulullah SAW bersabda:

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Penjual dan pembeli memiliki hak khiyâr (pilih) selama mereka belum berpisah. Apabila keduanya jujur dan saling menjelaskan, maka mereka akan diberkahi di dalam jual beli mereka. Apabila mereka berdusta dan saling menyembunyikan (cacat) maka akan dilenyapkan keberkahan jual beli mereka.” (HR Al-Bukhâri No. 2079 dan Muslim No. 1532)

Kejujuran adalah etika dan pangkal wibawa. Tanpa kejujuran maka agama tidak lengkap, akhlak tidak sempurna dan wibawa akan sirna. Di akhir zaman ini begitu sulitnya memegang kejujuran, namun bukan berarti tak bisa kita miliki.

Dengan niat baik dan usaha yang sungguh-sungguh semoga Allah menganugerahkan sikap jujur menjadi kepribadian kita. Kejujuran akan membuat seseorang mendapatkan cinta kasih dan keridhaan Allah SWT. Sedangkan kebohongan adalah kejahatan yang tiada tara, yang merupakan faktor terkuat yang dapat mendorong seseorang berbuat kemunkaran dan menjerumuskannya ke jurang api neraka. Dusta adalah perbuatan terlarang dan haram, bahkan bisa menjauhkan keimanan.

Etika bersosialisasi dengan kejujuran diingatkan Nabi SAW dalam hadisnya supaya menghindari perilaku-perilaku munafik dalam kehidupan sehari-hari agar kita selamat dari dosa dan perpecahan di antara sesama serta menumbuhkan saling percaya, jujur dan menjaga amanah yang diembannya.

Rasulullah SAW bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ. رواه البخاري ومسلم

Tanda-tanda orang munafik ada tiga: Apabila berbicara, ia  dusta; apabila berjanji, ia mengingkari; dan apabila diberi amanat, ia berkhianat. (HR Bukhari dan Muslim)

Cara Menjaga Kejujuran

Bagaimana cara menjaga kejujuran sebagai pilar etika sosial? Menjaga kejujuran antara lain bisa dilakukan dengan cara: Pertama, senantiasa bertutur kata yang baik. Allah SWT berfirman:

طَاعَةٌ وَّقَوْلٌ مَّعْرُوْفٌۗ فَاِذَا عَزَمَ الْاَمْرُۗ فَلَوْ صَدَقُوا اللّٰهَ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۚ

”(Seharusnya, mereka memilih) ketaatan (kepada Allah) dan tutur kata yang baik. Apabila perintah (perang) ditetapkan, (mereka tidak menyukainya). Padahal, jika mereka benar (beriman dan taat) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS Muhammad: 21)

Kedua, senantiasa menepati janji. Allah SWT berfirman:

مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗۙ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًاۙ

”Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu. Mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).” (QS Al-Ahzab: 23)

Ketiga, menjauhi kezaliman. Rasulullah SAW bersabda:

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلاَ تَظَالَمُوْا. رواه مسلم

”Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku haramkan kezaliman bagi diriku, dan Aku jadikan kezaliman itu haram pula bagi antara kalian, karena itu janganlah kalian saling menzalimi.” (HR Muslim)

Al-Hâfizh Ibnu Hajar al-Asqalâni rahimahullah menerangkan dalam Kitab Fathul Bari’, kezaliman seseorang kepada saudaranya bisa berkaitan dengan kehormatan diri atau persoalan lain, termasuk kezaliman dalam masalah harta benda orang lain dengan segala bentuknya. Begitu juga kezaliman yang berupa mencederai, meskipun hanya berbentuk tamparan dan sebagainya.

Keempat, menjaga lisan. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، يَنْزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya dia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR Muslim No. 2988)

Kelima, beriman dan bertakwa. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ۝٧٠يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ۝٧١

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. (70) Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia menang dengan kemenangan yang besar. (71) (QS Al-Ahzab: 70-71)

Kisah Teladan

Abdullah bin Mas’ud merupakan seorang yang mempunyai sifat jujur. Sebelum memeluk agama Islam Abdullah bin Mas’ud merupakan seorang penggembala kambing, ia menggembala kambing milik seorang petinggi Quraisy Uqbah bin Abi Muaith. Dari pagi hingga sore ia habiskan waktunya untuk menggembala.

Pada suatu hari saat ia menjaga ternak, ada dua orang laki-laki paruh baya yang datang menghampirinya. Kedua laki-laki itu tampak haus dan begitu kelelahan. Mereka kemudian memberi salam kepada Abdullah bin Mas’ud dan memintanya untuk memerahkan susu kambing tersebut.

Akan tetapi, Abdullah bin Mas’ud menolak memberikan susu itu karena bukan miliknya. “Kambing-kambing ini bukan milik saya. Saya hanya memeliharanya,” katanya dengan jujur.

Mendengar jawaban itu, dua laki-laki tersebut tak memberikan bantahan. Walau pun sangat kehausan, mereka sangat senang dengan jawaban jujur si penggembala itu. Kegembiraan ini sangat jelas terlihat di wajah mereka.

Ternyata kedua orang itu adalah Rasulullah SAW dan sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq. Hari itu, keduanya pergi ke pegunungan Mekkah untuk menghindari siksaan dan perlakuan kejam kaum Quraisy.

“Apakah kau mempunyai kambing betina yang belum dikawinkan?” tanya Rasulullah. “Ada,” jawab Abdullah.

Lalu Abdullah mengajak Rasulullah SAW dan sahabatnya melihat seekor kambing betina yang masih muda. Kemudian, kaki kambing itu diikat. Rasulullah SAW menyuapkan tangannya ke tubuh kambing tersebut sambil berdoa kepada Allah.

Saat itulah turun rezeki dari Allah. Tiba-tiba saja susu kambing itu mengalir sangat banyak. Abu Bakar segera mengambil sebuah batu cekung yang digunakan untuk menampung air susu hasil perahan.

Mereka pun meminumnya bersama-sama. Setalah itu, Rasulullah SAW berkata “kempislah“. Seketika susu kambing menjadi kempis dan tidak mengeluarkan susu lagi.

Abdullah bin Mas’ud pun takjub dan terkejut menyaksikan hal tersebut. Sebab kambing tersebut sebelumnya belum pernah mengeluarkan air susu. Tapi di depan matanya saat itu kambing tersebut malah mengeluarkan air susu yang banyak dan dinikmati bersama.

Itu karunia Allah, ujar Rasulullah SAW. Kemudian muncul kekaguman Abdullah bin Mas’ud kepada tamunya. Tak lama usai peristiwa itu, Abdullah kemudian memeluk agama Islam dan menjadi salah satu penghafal Al-Qur’an terbaik.

Demikian, senantiasalah kita menjaga kejujuran atas segala apa yang kita perbuat, ucapkan dan menjalankan amanah agar hidup kita berkah dan tenang.

رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

“Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong.” (QS Al-Isra: 80)   []

Tags: EtikaJujurSosial
Share46Tweet29Send
Previous Post

FORBIS IKPM GONTOR Akan Gelar Rakernas 2025: Tingkatkan Sinergi dan Kontribusi Alumni untuk Ekonomi Umat

Next Post

Sambut Baik Gencatan Senjata di Gaza, HNW: Ini Perlu Dikawal Agar Jadi Pintu Gerbang Perdamaian dan Kemerdekaan Palestina

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result