pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 9 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Menuju Surga dengan Birrul Wālidayn

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
15 January 2026
in Tafsir
0
Menuju Surga dengan Birrul Wālidayn

Foto: Pustaka Al-Bahjah

Landasan Teologis

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS Al-Isra: 23)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Tafsir As-Sa’di menyebutkan, ayat ini menerangkan bahwa Allah Ta‘ala melarang perbuatan syirik kepada-Nya, Dia kemudian memerintahkan tauhid seraya berfirman: “Dan Tuhanmu telah menetapkan”, yaitu suatu ketetapan yang bersifat agama dan perintah yang bersifat syariat, “agar kamu tidak menyembah” siapa pun dari makhluk di bumi dan di langit, baik yang hidup maupun yang telah mati.

Kemudian setelah menyebutkan hak-Nya, Allah menyebutkan kewajiban menunaikan hak kedua orangtua, seraya berfirman: “Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orangtua.” Artinya, berbuat baiklah kepada keduanya dengan segala bentuk kebaikan, baik dengan ucapan maupun perbuatan, karena merekalah sebab adanya seorang hamba. Keduanya memiliki rasa cinta, kasih sayang, dan kedekatan kepada anak yang menuntut ditegaskannya hak mereka dan diwajibkannya berbakti kepada mereka.

Dalam Tafsir Al-Baghawi disebutkan penjelasan firman-Nya: “Agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orangtua”, maksudnya bahwa Allah memerintahkan agar berbuat baik kepada kedua orangtua, berbakti dan menyayangi keduanya. Adapun jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya mencapai usia lanjut di sisimu, maka janganlah kamu membentak keduanya yaitu jangan menghardik dan mengusir mereka. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, yakni perkataan yang baik, indah, dan lembut. Ibnu Al-Musayyib mengatakan seperti ucapan yang keras seorang hamba yang bersalah kepada tuannya.

Mujahid berkata: Janganlah kamu memanggil keduanya dengan nama, dan jangan pula dengan kunyah, tetapi ucapkanlah: “Wahai ayahku” dan “wahai ibuku.” Mujahid juga berkata tentang ayat ini, jika keduanya telah mencapai usia sangat tua hingga buang air kecil di tempatnya, maka janganlah kamu merasa jijik terhadap mereka dan jangan mengatakan “uf” ketika kamu membersihkan kotoran dan air kencing mereka, sebagaimana dahulu mereka membersihkanmu ketika engkau masih kecil.

Sedangkan Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan, Allah Ta‘ala berfirman dengan memerintahkan agar hanya menyembah-Nya semata, tanpa sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya kata “qadhā” (telah menetapkan) dalam ayat ini bermakna perintah. Mujahid berkata tentang firman-Nya “wa qadhā”: maksudnya “Dia telah mewasiatkan.” Oleh karena itu Allah menggandengkan perintah menyembah-Nya dengan perintah berbakti kepada kedua orangtua, lalu berfirman: “Dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orangtua,” yaitu Dia memerintahkan agar berbuat baik kepada kedua orangtua.

Allah juga mengingatkan jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya mencapai usia lanjut di sisimu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya ‘uf’, maksudnya janganlah kamu memperdengarkan kepada keduanya ucapan yang buruk. Dan janganlah kamu membentak keduanya yaitu jangan sampai keluar darimu perbuatan yang buruk terhadap mereka. Namun ucapkanlah perkataan yang lembut, baik, dan indah, dengan penuh adab, penghormatan, dan pengagungan.

Inti Reflektif

Surat Al-Isra ayat 23 menegaskan bahwa perintah berbakti kepada orangtua (birrul wālidayn) diletakkan sejajar dengan perintah men-tauhid-kan Allah. Ini menunjukkan bahwa kualitas keimanan seseorang tidak hanya diukur dari hubungannya dengan Allah, tetapi juga dari sikapnya kepada kedua orangtua. Ketika lisan dijaga dari kata yang menyakiti, sikap direndahkan dengan penuh kasih, dan doa terus dipanjatkan untuk mereka, sejatinya seseorang sedang menapaki jalan menuju ridha Allah dan surga-Nya. Ayat ini mengajak kita untuk merenungi: sejauhmana bakti kita hadir bukan hanya dalam kata, tetapi dalam kesabaran, penghormatan, dan pengorbanan yang nyata—terutama saat orangtua berada dalam kelemahan dan usia senja.

Nilai-nilai Pedagogis

Surat Al-Isra ayat 23 mengandung sejumlah nilai-nilai Pendidikan (pedagogis). Pertama, Nilai Tauhid. Ayat ini menegaskan perintah untuk menyembah Allah semata, menanamkan nilai keimanan bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Pendidikan Islam harus dimulai dengan pengenalan dan penguatan tauhid sebagai dasar seluruh amal. Dari tauhid inilah lahir ketaatan, akhlak mulia, dan tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah.

Guru dan orangtua harus mengenalkan dan menguatkan tauhid kepada peserta didik sebagai dasar seluruh amal. Dengan tauhid, peserta didik menyadari bahwa tujuan hidupnya beribadah kepada Allah, bukan kepada makhluk, harta, atau kekuasaan.

Kedua, Nilai Akhlak kepada Orangtua. Surat Al-Isrā’ ayat 23 secara tegas menanamkan nilai birrul wālidayn (berbakti kepada kedua orangtua) sebagai bagian penting dari ajaran Islam, yang kedudukannya diletakkan langsung setelah perintah tauhid. Hal ini menunjukkan betapa agungnya kewajiban berbakti kepada orangtua.

Ayat ini memerintahkan anak untuk berbuat ihsan kepada orangtua, baik dalam sikap, ucapan, maupun perbuatan, sebagai balasan atas pengorbanan mereka. Anak diperintahkan untuk berbicara dengan perkataan yang mulia. Anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya akan  menjadi pribadi anak yang rendah hati, berakhlak luhur, dan penuh kasih sayang, yang berdampak positif dalam kehidupan sosial.

Ketiga, Nilai Etika Berbicata. Surah Al-Isrā’ ayat 23 mengajarkan etika berbicara yang luhur, khususnya dalam berkomunikasi dengan kedua orangtua. Islam menaruh perhatian besar pada adab lisan, karena ucapan mencerminkan akhlak dan keimanan seseorang. Anak diperintahkan untuk berbicara dengan kata-kata yang baik, lembut, sopan, dan penuh penghormatan, baik dari segi pilihan kata maupun intonasi.

Etika berbicara anak harus dibentuk dari sejak dini agar menjadi pribadi yang beradab, rendah hati, dan menghargai orang lain, terutama kepada orangtua. Etika berbicara bukan hanya sopan santun sosial, tetapi bagian dari pendidikan akhlak dan keimanan.

Keempat, Nilai Tanggung Jawab Sosial dalam Keluarga. Nilai tanggung jawab sosial dalam keluarga pada Surah Al-Isrā’ ayat 23 menegaskan bahwa anak memiliki kewajiban moral dan sosial untuk merawat, menghormati, dan menjaga orangtua, terutama di masa tua. Nilai ini menjadi fondasi terbentuknya keluarga yang kuat dan masyarakat yang berakhlak.

Sebagai anak kita harus memperhatikan kondisi orangtua yang telah lanjut usia dengan menunjukkan kewajiban anak untuk merawat, menjaga, dan memenuhi kebutuhan orangtua, baik fisik, emosional, maupun material. Ayat ini mendidik anak agar menyadari perannya sebagai penopang keluarga, terutama ketika orangtua berada dalam keadaan lemah dan membutuhkan bantuan.

Landasan Teoretis

Secara bahasa birrul wālidayn  terdiri dari ‘birrul‘ berasal dari ‘al-birr‘ yang berarti kebaikan atau akhlak mulia, dan ‘al-wālidayn‘ berarti kedua orangtua. Adapun secara istilah birrul wālidayn bermakna melaksanakan perintah, berbuat ihsan (kebaikan), memelihara, mendoakan, tidak membentak, serta menunjukkan kesopanan tertinggi kepada orangtua, bahkan ketika mereka sudah meninggal.

Birrul wālidayn (berbakti kepada orangtua) merupakan kunci utama dan pintu surga yang paling baik karena keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orangtua, menjadikannya jalan tercepat meraih surga, bahkan lebih utama dari ibadah lain, serta memberikan keberkahan hidup, rezeki, dan ketenangan.

Dalam Islam, berbakti kepada orangtua hukumnya wajib. Berbakti kepada orangtua juga memiliki banyak sekali keutamaan yang disukai oleh Allah SWT serta mendatangkan ridha-Nya. Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orangtua.

Rasulullah SAW bersabda:

رِضَا الرَبِّ فِى رِضَا الوَالِدِ و سُخْطُ الرَبِّ فِى سُخْطِ الوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orangtua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orangtua.” (HR Bukhari)

Allah memerintahkan kepada kita dalam Al-Qur’an agar berbakti kepada kedua orangtua. Allah berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

”Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.” (QS Lukman: 14)

Mari kita ingat kembali perjuangan orangtua yang telah mengurusi kita mulai dari ibu yang mengandung dengan beban yang berat dan susah payah. Kemudian melahirkan dengan mempertaruhkan jiwanya antara hidup dan mati. Setelah itu menyusui selama 2 tahun dan menyapih kita dengan cintanya. Ibu selalu ada menemani dan siaga setiap saat oleh anaknya dibutuhkan. Apabila kita sakit ibu yang sigap merawat dan menjadi tempat ternyaman untuk bersandar hingga kita dewasa ibu tetap memberikan cintanya sepenuh hati dan ridhanya agar kita bahagia.

Adapun ayah, beliau bersusah payah mencari nafkah. Ayah tak pernah memikirkan lelah dan letihnya perjuangan kehidupan selalu dilewati dengan hati yang lapang, agar anak dan istrinya bahagia dan tercukupi semua kebutuhan. Tetesan keringat yang membasahi, guyuran hujan yang datang dan panasnya terik matahari tidak menjadi penghalang untuk terus berjuang. Sudah seharusnya kita berbakti dan memuliakan keduanya yang sangat menyayangi kita sebagai anaknya yang selalu mereka rindukan.

Jangan lupa kesuksesan yang kita peroleh hari ini berkat doa-doa orangtua kita yang telah Allah kabulkan maka janganlah kita meremehkan orangtua apalagi menyakiti hati orangtua yang telah membesarkan, merawat, menjaga dan menyanyangi kita tanpa batas dan tanpa syarat. Jangan sampai kita mendapati kedua orangtua dalam lanjut usia tapi kita tidak memperhatikannya sehingga kita tidak memperoleh surga. Rasulullah SAW bersabda dan mengingatkan kita:

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orangtuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga.”  (HR Muslim No. 2551)

Berbaktilah kepada kedua orangtua kita, terutama ibu, karena berbakti kepada orangtua merupakan salah satu amalan yang paling mudah memasukkan seseorang ke surga. Rasulullah SAW bersabda:

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orangtua merupakan pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR Tirmidzi No. 1900)

Berbakti kepada kedua orangtua juga merupakan salah satu amal yang paling utama dan dicintai oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda:

سَأَلْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا . قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ . قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

”Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amalan apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku melanjutkan, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orangtua.” Lalu aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah”.” (HR Bukhari dan Muslim)

Anak yang durhaka kepada orangtua tidak akan memperoleh tiket surga. Dari Abu Darda bahwasanya Nabi SAW bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَاقٌ وَلاَ مُدْمِنُ خَمْرٍ وَلاَ مُكَذِّبٌ باْلقَدَرِ

“Tidak masuk surga anak yang durhaka, peminum khamr (minuman keras), dan orang yang mendustakan qadar.” (HR Ahmad)

Mari kita taat kepada Allah dan berbakti kepada kedua orangtua karena dengan itu kita memperoleh banyak keutamaan dan tiket masuk surga. Jauhilah segala kemurkaan orangtua dan carilah ridhanya agar kita senantiasa memperoleh ridha Allah dan dijauhkan dari murka-Nya.

Keutamaan Berbakti kepada Orangtua

Lalu apa keutamaan berbakti kepada kedua orangtua? Pertama, Memperoleh surga. Rasulullah SAW bersabda:

أَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

“Jahimah pernah datang kepada Nabi SAW lalu berkata, “Ya Rasulullah SAW, aku ingin berperang dan sungguh aku datang untuk meminta pendapatmu.” Beliau bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu?” Ia menjawab, “Ya.” Maka beliau pun bersabda, “Tetaplah bersamanya karena sesungguhnya surga ada di kakinya”.” (HR Ibnu Majah dan An Nasa’i)

Kedua, Dipanjangkan umur, ditambah rezeki. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِى عُمْرِهِ وَيُزَادَ لَهُ فِى رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambah rezekinya, maka hendaklah ia berbakti kepada kedua orangtuanya dan menyambung silaturahim.” (HR Ahmad)

Ketiga, Memperoleh ampunan. Rasulullah SAW bersabda:

أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أَصَبْتُ ذَنْبًا عَظِيمًا فَهَلْ لِى مِنْ تَوْبَةٍ قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ. قَالَ لاَ. قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ خَالَةٍ. قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَبِرَّهَا

“Seorang laki-laki datang menghadap Nabi lalu berkata, “Sesungguhnya aku telah melakukan satu dosa yang sangat besar. Apakah aku bisa bertobat?” Beliau balik bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu?” ia menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau masih memiliki bibi (saudari ibu)?” ia menjawab, “Ya.” Maka beliau bersabda, “Maka berbaktilah kepadanya”.” (HR Tirmidzi)

Cara Berbakti kepada Orangtua

Bagaimana cara berbakti kepada kedua orangtua? Pertama, Bersungguh-sungguh dalam berbakti. Rasulullah SAW bersabda:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَاسْتَأْذَنَهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَىٌّ وَالِدَاكَ . قَالَ نَعَمْ . قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

“Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu meminta kepada beliau untuk berjihad. Maka beliau bersabda, “Apakah kedua orangtuamu masih hidup?” ia menjawab, “Ya.” Beliau pun bersabda, “Maka bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada keduanya”.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kedua, Berbuat baik kepada keduanya. Rasulullah SAW bersabda:

أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِىِّ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِى الأَجْرَ مِنَ اللَّهِ. قَالَ فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَىٌّ. قَالَ نَعَمْ بَلْ كِلاَهُمَا. قَالَ فَتَبْتَغِى الأَجْرَ مِنَ اللَّهِ. قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا

“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, “Saya berbaiat kepadamu untuk berhijrah dan berjihad, aku mengharapkan pahala dari Allah.” Beliau bertanya, “Apakah salah satu orangtuamu masih hidup?” Ia menjawab, “Ya, bahkan keduanya masih hidup.” Rasulullah bertanya lagi, “Maka apakah kamu masih akan mencari pahala dari Allah?” Ia menjawab, “Ya.” Maka beliau pun bersabda, “Pulanglah kepada kedua orangtuamu lalu berbuat baiklah dalam mempergauli mereka.” (HR Muslim)

Ketiga, Menaati orangtua. Rasulullah SAW bersabda:

طَاعَةُ اللَّهِ طَاعَةُ الْوَالِدِ، وَمَعْصِيَةُ اللَّهِ مَعْصِيَةُ الْوَالِدِ

“Taat kepada Allah (salah satu bentuknya) taat kepada orangtua. Durhaka terhadap Allah (salah satu bentuknya) durhaka kepada orangtua.” (HR Thabrani)

Keempat, Merendahlah di hadapan keduanya, doakan mereka dan kasihanilah keduanya. Allah SWT berfirman:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

“Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil”.” (QS Al-Isra: 24)

Kisah Teladan

Kisah Juraij, sosok pemuda shalih dari kalangan bani Israil yang menjadi buah bibir kaumnya karena ketaatannya. Suatu ketika, saat Juraij sedang shalat di dalam mihrab, ibundanya memanggil. Hati pemuda ni pun berbisik penuh kebimbangan, “Ya Allah, manakah yang harus kupilih, shalatku ataukah menjawab panggilan ibuku?” Ia pun memilih untuk meneruskan shalatnya. Kejadian serupa terulang keesokan harinya. Rupanya sikap Juraij yang tidak menjawab panggilan ibundanya, membuat sang ibu kecewa dan marah. Akhirnya terucaplah sebait doa dari kedua bibirnya, “Ya Allah, jangan kau wafatkan Juraij sebelum ia bertemu dengan wanita pezina.” Doa sang ibu menjadi kenyataan, Juraij dituduh berzina dengan seorang pelacur hingga si wanita melahirkan bayi.

Hanya saja kuasa Allah membuat sang bayi mampu berbicara dan menjelaskan siapa sebenarnya ayah sang bayi. Juraij pun terbebas dari tuduhan berzina. Penuturan kisah ini menunjukkan betapa penting memperhatikan orangtua. Hanya tidak menjawab panggilan ibundanya saja sudah demikian akibatnya. Apalagi dengan ‘uquuqul wālidayn  (durhaka kepada orangtua) yang banyak menyentuh keseharian manusia.

Islam dengan gamblang menjelaskan tentang agungnya hak kedua orangtua, kebesaran derajat dan luhurnya martabat mereka. Perintah yang tergurat secara tegas untuk berbakti kepada kedua orangtua serta larangan keras mendurhakai mereka berulang-ulang diulas dalam Kitabullah dan diperinci lebih dalam di sunnah Rasullullah SAW.

Birrul walidain merupakan akhlak para nabi, kebiasaan orang-orang shalih, satu sebab bertambahnya umur, keluasan rezeki, terbebas dari kesusahan, terkabulnya doa, kebaikan hidup, serta sebab bagi baiknya seorang anak dan keshalihannya. Birrul walidain merupakan pembuktian atas benarnya keimanan seseorang, kemuliaan jiwa dan kesempurnaan loyalitas.

Oleh karena itu, hendaklah kita jangan mengabaikan kedua orangtua apalagi mereka sudah lanjut usia. Berbaktilah kepada mereka dan muliakanlah keduanya agar mereka bahagia. Janganlah kemewahan dunia, kesibukan, mementingkan orang lain sehingga kita lupa kepada keduanya. Mari kita raih pintu surga dengan berbakti kepada keduanya.

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُࣖ

“Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orangtuaku, dan orang-orang Mukmin pada hari diadakan perhitungan (Hari Kiamat).” (QS Ibrahim: 41)   []

Tags: Birrul WālidaynOrangtuaSurga
Share67Tweet42Send
Previous Post

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Next Post

Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result