pesanan-baju-kaos
34 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 30 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Oleh Prof Dr Nur Hadi Ihsan, MIRKH, Guru Besar Ilmu Tasawuf Universitas Darussalam Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
10 months ago
in Kolom
0
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Foto: UNIDA Gontor

Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi di Istana Negara pada hari ini, Kamis, 15 Januari 2026, bukan sekadar pidato seremonial, melainkan sebuah interpelasi moral dan intelektual kepada elite akademik bangsa. Di hadapan “the brains of the country”, Presiden tidak sedang memuji pencapaian gelar dan jabatan, melainkan menggugat fungsi, orientasi, dan kebermaknaan elite intelektual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Antara Otak Bangsa dan Nurani Bangsa

Guru besar merupakan produk dari proses seleksi intelektual panjang: S1, S2, S3, hingga puncak akademik. Namun Presiden mengingatkan sebuah paradoks fundamental: kepandaian tidak otomatis melahirkan kebermanfaatan. Dalam perspektif filsafat pendidikan, ini kritik terhadap epistemic arrogance—ketika pengetahuan terpisah dari etika dan tanggung jawab sosial.

Ilmu yang kehilangan orientasi nilai dapat menjelma menjadi alat pembenaran ego, materialisme, bahkan pengkhianatan struktural terhadap bangsa. Di titik ini, Presiden sesungguhnya mengajak perguruan tinggi untuk kembali pada pertanyaan klasik namun mendasar: untuk apa ilmu dikembangkan, dan untuk siapa kecerdasan digunakan?

BACA JUGA

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

Elitisme Intelektual vs Elitisme Moral

Presiden menegaskan bahwa nasib bangsa bergantung pada elitenya. Ini sejalan dengan teori klasik elite circulation (Pareto) dan leadership theory dalam ilmu politik. Namun Presiden melampaui analisis struktural: masalah utama bukan absennya elite, melainkan rendahnya kualitas moral elite.



Sejarah—yang menjadi rujukan reflektif Presiden—menunjukkan bahwa bangsa bangkit bukan karena kecanggihan teknologi semata, tetapi karena elitenya mampu berkolaborasi, jujur, tidak serakah, serta  memiliki nasionalisme dan patriotisme yang hidup. Perguruan tinggi, sebagai pabrik elite, tidak boleh hanya mencetak smart people, tetapi harus melahirkan wise people.

Kritik terhadap Statecraft Barat dan Kesadaran Epistemologis

Ketika Presiden berbicara tentang statecraft—seni mengelola negara—dan membedah tiga aliran besar (ideologi, ekonomi, realisme), ia sedang mengajak akademisi untuk bersikap kritis terhadap hegemoni teori Barat.

Pengakuan Presiden bahwa ia pernah terpesona oleh neoliberalisme merupakan refleksi epistemologis yang jujur. Teori Barat—demokrasi, HAM, dan pasar bebas—diajarkan sebagai norma universal, tetapi dalam praktiknya seringkali diabaikan ketika bertentangan dengan kepentingan survival nasional mereka. Di sini, Presiden menuntut kedaulatan berpikir akademik: jangan menjadi konsumen teori, tetapi produsen pemikiran kontekstual yang kritis terhadap asumsi global.

Bagi perguruan tinggi, ini panggilan untuk mengembangkan ilmu sosial dan kebijakan publik yang berakar pada realitas Indonesia, bukan sekadar reproduksi silabus global yang ahistoris dan ahumanistik.

Nilai Kemanusiaan dan Modal Sosial Bangsa

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menyampaikan dua kisah personal yang tampak sederhana namun sarat makna peradaban.

Kisah pertama, pengalamannya saat belajar di Amerika Serikat. Ketika berkunjung ke rumah seorang teman Amerika, ia tiba saat keluarga itu sedang sarapan. Alih-alih diajak makan bersama, ia disuruh menunggu di kamar dengan diberi buku sambil ditemani minuman ringan, tanpa disertai jamuan makan. Pengalaman ini bukan sekadar cerita sosial, tetapi ilustrasi atas budaya individualisme yang mengedepankan privasi dan jarak sosial.

Kisah kedua justru menunjukkan nilai kemanusiaan lain yang tumbuh dari kesederhanaan. Presiden bercerita tentang Tharman Shanmugaratnam, yang sekarang menjadi Presiden Singapura, ketika masih muda berwisata backpacker ke Indonesia bersama istrinya. Pada suatu hari mereka tersesat di Sulawesi dan tanpa rencana bertemu dengan seorang anak kecil yang lalu mengajak mereka pulang ke rumahnya. Di rumah sederhana yang jauh dari kemewahan itu, keluarga tuan rumah—dengan menu makan yang sangat sederhana—justru menyambut dan mengajak kedua tamu asing makan bersama. Pengalaman itu membekas sangat dalam bagi Tharman, sebagai simbol keramahan dan kemurahan hati yang melampaui batas materi.

Dua kisah ini menegaskan satu pesan kunci: kekuatan bangsa Indonesia terletak pada modal sosial, etos kemanusiaan, dan solidaritas budaya, bukan semata pada kemajuan material atau kecanggihan institusi.

Namun nilai luhur ini terancam hilang ketika elite intelektual tercerabut dari realitas sosialnya. Kampus yang berubah menjadi ruang steril dan jauh dari denyut kehidupan rakyat cenderung melahirkan kebijakan dingin dan teknokratis. Di sinilah pentingnya engaged scholarship: keilmuan yang tidak hanya berbicara tentang masyarakat, tetapi hidup bersama masyarakat.

Korupsi Struktural dan Tanggung Jawab Akademik

Paparan Presiden tentang fenomena underinvoicing, capital outflow, dan birokrasi yang menjadi “negara di dalam negara” merupakan diagnosis keras terhadap patologi struktural negara. Ini bukan semata persoalan hukum, tetapi persoalan desain sistem, budaya birokrasi, dan pembiaran intelektual.

Ketika data disembunyikan, transparansi mati; ketika pejabat teknis kebal dari akuntabilitas politik, negara lumpuh. Di sinilah peran perguruan tinggi seharusnya hadir: sebagai kekuatan korektif, penyedia analisis kebijakan berbasis data, dan penjaga rasionalitas publik.

Guru Besar Sebagai Penjaga Akal Sehat Bangsa

Pernyataan Presiden tentang jenderal yang korup sebagai “kriminal” merupakan penegasan etika tanpa kompromi. Sikap ini menuntut resonansi dari dunia akademik. Guru besar tidak boleh netral terhadap ketidakadilan struktural. Netralitas dalam situasi timpang sering kali merupakan bentuk keberpihakan terselubung terhadap status quo.

Perguruan tinggi harus berani melahirkan intelektual publik, bukan hanya akademisi administratif. Ilmu harus menjadi cahaya yang mengganggu ketidakadilan, bukan nyaman sebagai alat legitimasi bagi kekuasaan tanpa kontrol.

Penutup: Dari Menara Gading ke Medan Pengabdian

Taklimat Presiden Prabowo sejatinya merupakan seruan untuk rekonstruksi peran elite intelektual. Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan keberanian moral, kepedulian sosial, dan komitmen kebangsaan.

Guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dipanggil untuk turun dari menara gading—bukan meninggalkan akademik, tetapi menghidupkannya di tengah persoalan nyata bangsa. Karena pada akhirnya, ilmu yang tidak membela kehidupan hanyalah kecerdasan yang sia-sia, dan elite yang tercerahkan yaitu mereka yang menjadikan pengetahuan sebagai jalan pengabdian. []

Jakarta, 15 Januari 2026

Tags: Elite IntelektualGuru BesarPresiden Prabowo Subianto
Share12Tweet8Send
Previous Post

Menuju Surga dengan Birrul Wālidayn

Next Post

One Day One Juz Salurkan Bantuan Tahap Satu ke Ribuan Korban Bencana Sumatera

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

0
Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

0
Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

0
BPJPH Apresiasi Dampak Positif Gen Halal Championship 2026

BPJPH Apresiasi Dampak Positif Gen Halal Championship 2026

0
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

29 October 2026
Swedia Tidak Akan Ubah UU Kebebasan Berbicara

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

29 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

29 October 2026
Guru Hadlonah Belajar Optimasi Website Bersama PkM ILKOM UNIDA Gontor

Guru Hadlonah Belajar Optimasi Website Bersama PkM ILKOM UNIDA Gontor

29 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result