Depok, Gontornews — Ustadz Bachtiar Nasir menuturkan bahwa siapa saja yang ingin menghafal al-Qur’an harus membuat program hidup, mengikat diri dengan wahyu.
Menurut Ustadz Harman Tajang setiap penghafal harus untuk tetap istiqamah menghafal al-Qur’an. “Kita harus menggalakkan al-Qur’an menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Kita akan pindahkan al-Qur’an dari tulisan ke dalam dada kita.”
Ia pun menceritakan bahwa di Gaza, Palestina, di setiap rumah ada penghafal al-Qur’an. Adalah aib bagi mereka bila ada rumah yang tak memilikinya. Kaum muslimin di sana tidak takut dengan ancaman kafir Yahudi yang akan membakari al-Qur’an mereka.
Berikut dua rahasia awal untuk memulai menghafal al-Qur’an. Pertama, rindu untuk mengingat Robb semesta alam, dan kedua, rindu untuk membaca dan menghafal al-Qur’an.
Bagaimanakah cara kita menghadirkan dan menanamkan kerinduan dan keinginan mulia seperti itu? Jawabnya, kita harus mengetahui dahulu kemuliaan al-Qur’an itu sendiri. Selanjutnya merasakan keagungan pahala dari menghafal ayat suci al-Qur’an tersebut. Dari sekian banyak metode hafalan al-Qur’an yang ada, diantaranya adalah:
Metode 40 Hari Hafal 30 Juz
Al Qur’an Memorization Training (AMT) Makassar adalah lembaga yang telah mencetak para penghafal al-Qur’an. Lembaga ini kerap menggelar program akselerasi menghafal al-Qur’an selama 40 hari dengan target khatam 30 juz.
Dauroh 40 hari dilaksanakan dengan sistem karantina, dimana setiap peserta menyetorkan (tasmi’) hafalannya di hadapan muhaffidz atau muhafidzah. Dauroh ini diperuntukan untuk seluruh Muslimin dan Muslimat yang sudah baligh.
Dr Faizal Abdillah Shahib (yang mengenalkan metode 40 hari) selaku direktur pelaksana AMT, mengatakan, “Benteng utama dalam menghafal al-Qur’an, yaitu keyakinan, mujahadah (perjuangan), kesabaran, dan keikhlasan.”
Untuk menghafal, gunakanlah seluruh panca indera kita, seperti mata, telinga, mulut, dan hati. Bekerjalah dengan keras dan juga cerdas. Lihat terjemahannya, untuk mempermudah kita menghafal. Fokus pada tujuan kita, jangan berpaling. Usahakan ada kompetitor dan munculkan kekuatan karena adanya desakan atau tekanan (the power of kepepet).
Selama karantina, peserta benar-benar dikondisikan untuk fokus hafalan yakni sekitar 12 sampai 15 jam sehari. “Dalam sehari santri ditargetkan menghafal selama 12 hingga 15 jam,” imbuhnya. Kegiatan mereka hanya untuk menghafal al-Qur’an, shalat berjamaah, makan, dan tidur.
1 jam untuk 1 lembar. 10 jam yakni 10 lembar yakni 1 juz. 1 halaman al-Qur’an ada 15 baris. 1 lembar berarti ada 30 baris. 30 baris dibagi 60 menit. Berarti setiap satu baris harus selesai dalam 2 menit. Di akhir masa karantina adalah acara khatam Qur’an, setiap peserta melaporkan bacaannya. Jika sudah benar-benar hafal 30 juz, mereka baru dinyatakan lulus.
Metode Turjuman
Turjuman adalah nama seorang sahabat Rasulullah SAW, yang juga merupakan juru bicaranya al-Qur’an. Tujuan mulia dari metode ini yakni mencetak generasi qur’ani layaknya para sahabat Rasulullah SAW terdahulu.
“Metode Turjuman mengajak kaum Muslimin untuk mengembangkan hafalan, memahami ayat, dan mengamalkan kandungan al-Qur’an,” jelas Ustadz Muhammad Nidauddin, selaku penemu, penulis buku, dan pelatih Metode Turjuman.
Metode ini menawarkan kiat belajar mudah, menerjemah, memahami, menghafal, dan mengamalkan kandungan ayat-ayat Qur’aniy. “Ciri khas Turjuman adalah tekhnik hafalan dibarengi dengan pemahaman al-Qur’an lewat terjemah perkata/kalimat dan pemahaman inti sari. Artinya pemahaman tekstual dan kontekstual,” lanjut alumnus Gontor 2005 ini kepada Gontornews.com.
Metode yang berada di bawah Ummi Foundation tersebut memiliki tujuh tahapan hafalan. Satu, menyiapkan hafalan di rumah dua ayat. Dua, muroja’ah (pengulangan) hafalan tiga ayat sebelumnya. Tiga, menambah hafalan.
Empat, memberikan kata kunci. Kata kunci awal ayat pertama dan kedua, kemudian dirangkai menjadi kalimat majemuk. Contohnya, kalimat majemuk ayat 6 dan 7. Ayat keenam, “Sesungguhnya orang-orang kafir”, ayat ketujuh, “Kami kunci hati mereka”.
Lima, memberikan munasabah. Munasabah adalah memberikan penjelasan hubungan antar ayat. Agar lebih kuat terhadap pemahaman tema ayat apa yang sedang dihafalkan. Enam, drill (mengulangi). Yakni mengulangi dua ayat yang sedang dihafalkan bersama-sama. Tujuh, setoran. Setoran ayat yang telah dihafal. Baik per satu anak atau dua sekaligus.
Ustadz Adin, begitu sapaan akrabnya, menuturkan target hafalan Metode Turjuman adalah satu kali pertemuan hafal 2 ayat. Pertemuan diadakan 4 hari selepas pelajaran sekolah dari hari Senin sampai Kamis. Sedangkan hari Jum’at atau Sabtunya khusus muroja’ah.
Dengan demikian, ditargetkan dalam seminggu siswa bisa menghafal 8 ayat. Target satu semester (4-5 bulan, terhitung hari efektif sekolah) siswa bisa hafal 1 juz.
Dari hasil evalusi selama ini, Adin melihat siswanya cukup enjoy mengikuti Turjuman karena target tahfiznya perhari hanya 2 ayat. Sehingga tidak terlalu membebani. “Inilah teknik menghafal kuat dan bukan menghafal cepat, namun cepat pula lupanya,” pungkasnya. <Edithya Miranti>






















