Jakarta, Gontornews – Kantor Berita Turki, Anadolu Agency, memberitakan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza mengalami kerusakan sebagian akibat serangan Israel di dekat fasilitas kesehatan itu.
“Kantor administrasi rumah sakit rusak oleh serangan Israel tadi malam, sekitar 200 meter dari fasilitas tersebut,” kata Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Sarbini Abdul Murad.
“Tidak langsung terkena bom, tapi ledakan keras membuat gedung-gedung berderak dan langit-langit runtuh,” katanya kepada Anadolu Agency.
Murad mengatakan tidak ada pasien atau karyawan rumah sakit yang terluka dalam serangan itu. Tetapi, serangan tersebut menyebabkan trauma.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan Selasa malam bahwa pasukan Israel melancarkan serangan di daerah dekat fasilitas kesehatan itu.
“Ini bukan pertama kalinya mereka menyerang fasilitas kesehatan. Tindakan ini jelas melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Ia mengutuk serangan itu dan mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah guna menghentikan tindakan keji seperti itu terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun di atas tanah seluas 16.000 m2 yang disumbangkan oleh pemerintah Gaza di atas bukit dekat Jabaliya, kamp pengungsi terbesar di Gaza. RS ini memiliki 100 tempat tidur, empat ruang operasi, dan unit perawatan intensif (ICU) dengan 10 tempat tidur.
RS ini merupakan fasilitas medis terbesar di Gaza utara, dan dikelola oleh warga Gaza, dibantu oleh beberapa sukarelawan Indonesia. RS yang dibangun dengan biaya USD 8,7 juta dengan dana yang dihimpun oleh MER-C, ini menjadi rumah sakit utama di Gaza utara. []



















