Rafah, Gontornews — Pemerintah Mesir membuka perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza yang terkepung untuk pertama kalinya sejak penandatanganan kesepakatan pembagian kekuasaan antara partai politik Palestina di Kairo bulan lalu.
Rafah, penyeberangan utama di selatan Gaza, diperkirakan akan tetap terbuka selama tiga hari, mulai Sabtu.
Seperti dirilis Aljazeera, Hosam Salem, wartawan Palestina, mengatakan sekitar 10 bus telah meninggalkan Jalur Gaza pada pukul 15:00 GMT, sementara satu bus masuk.
Dia memperkirakan sekitar 500 orang Palestina diizinkan keluar dari Gaza dengan berbagai alasan. Ada karena alasan medis, kemanusiaan, maupun pendidikan.
Rafah merupakan pintu keluar utama bagi dua juta orang Palestina di Jalur Gaza ke dunia luar karena Israel memberlakukan blokade darat, laut dan udara di daerah tersebut lebih dari satu dekade yang lalu.
Namun setelah Presiden Abdel Fattah el-Sisi naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2014, pintu perlintasan ini biasanya ditutup.
Terakhir kali Rafah dibuka pada 16 Agustus – sekitar tiga bulan silam. Tahun lalu, perlintasan Rafah hanya dibuka total 14 hari. [Rusdiono Mukri]





















