London, Gontornews — Pemain sepakbola berkebangsaan Jerman, Mesut Ozil, melancarkan kritik terhadap kekerasan yang dialami umat muslim Uighur di Cina, Sabtu (14/12). Menurutnya, Cina telah melakukan penindasan terhadap muslim.
“Al-Qur’an dibakar. Masjid ditutup. Madrasah dilarang. Pemuka agama dibunuh satu per satu. Saudara-saudara kami dipaksa untuk masuk ke kamp. Terlepas dari semua ini, Muslim tetap bersikap diam,” ungkap Ozil sebagaimana dilansir akun instagram pribadinya, m10_official.
“Apakah mereka tidak tahu bahwa kekejaman di sana telah mendapatkan persetujuan,” tambah pemain berdarah Turki tersebut.
Pemain yang bermain di klub sepakbola Inggris, Arsenal, tersebut juga mengatakan bahwa media-media Barat telah memberitakan isu mengenai kekejaman yang dialami etnis Uighur di Xinjiang, Cina ini selama berbulan-bulan. Sementara media di negara-negara muslim di dunia tidak mengangkat isu ini selama berminggu-minggu.
“Hz Ali pernah mengatakan: Jika anda tidak dapat mencegah sebuah kezaliman, maka buat kezaliman itu diketahui oleh publik,” tutur peraih gelar Piala Dunia 2014 di Brazil itu.
“Di media Barat dan sejumlah negara memberitakan isu ini selama berbulan-bulan. Di mana media di negara-negara muslim ketika mereka tidak mengagendakan hal ini selama berminggu-minggu?” tanya Ozil
“Tidakkah mereka mengetahui bahwa dimana ada penganiayaan, netralitas adalah suatu bentuk ketidakjujuran?”
“Tidakkah mereka mengetahui bahwa di tahun-tahun mendatang, keheningan dari saudara-saudara Muslimlah yang akan muncul dan bukan penyiksaan terhadap para pelanggar hukum yang akan diingat saudara-saudara kita tentang hari-hari yang menyakitkan ini?” tutup mantan Pemain Real Madrid tersebut.
Pernyataan Ozil ini lantas memicu kemarahan platform media sosial milik Cina, Weibo. Weibo pun menuduh Ozil telah mengeluarkan pernyataan tidak pantas. Para pengguna Weibo pun mengungkapkan kekesalananya dengan mengguting kasus sepakbola Arsenal bernomor punggung 10 milik Ozil hingga memintanya untuk segera pergi dari Arsenal.
“Kami marah dan kecewa (terhadap pernyataan Ozil),” ungkap Asosiasi Sepakboal Cina kepada media pemerintah, The Paper.
“Komentar Ozil tidak diragukan lagi telah menyakitkan hati penggemar Tiongkok yang mengikutinya deri dekat. Pada saat yang sama komentarnya juga melukai perasaan orang-orang Cina. Ini adalah sesuatu hal yang tidak dapat kami terima,” tutur salah seorang pejabat asosiasi sepakbola Cina.
Sementara itu, klub yang menaungi Ozil, Arsenal, mengatakan bahwa pernyataan Ozil sebagai pernyataan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan pihak klub. Arsenal pun menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dengan isu-isu politik.
“Sebagai klub sepakbola, Arsenal selalu menganut prinsip tidak terlibat dalam politik,” pungkas pernyataan resmi Arsenal dalam akun Twitter nya. [Mohamad Deny Irawan]





















