Rakhine, Gontornews — Militer Myanmar sedang membangun pemukiman di atas tanah warga Rohingya di negara bagian Rakhine. Demikian laporan Amnesty International. Bahkan militer Myanmar membangun tiga markas baru di atas lahan warga Rohingya.
Laporan Amnesty International yang berdasarkan hasil citra satelit menunjukkan sedang terjadi pembangunan secara masif di beberapa tempat yang sebelumnya merupakan pemukiman etnis minoritas Rohingya. Bangunan yang masih utuh dirobohkan. Empat masjid yang kokoh berdiri meski dilanda kebakaran beberapa waktu lalu, telah dihancurkan dengan sengaja.
Di atas lahan etnis Rohingya dibangun perumahan dan jalan raya. Selain itu 3 markas tentara juga sedang dibangun.
“Apa yang kita lihat di negara bagian Rakhine adalah perampasan tanah oleh militer dalam skala besar,” kata Direktur respons krisis Amnesty International Tirana Hassan, dalam pernyataannya, Senin (12/3/2018), seperti dikutip Malaysia Kini.
Di satu desa Rohingya di Rakhine, citra satelit menunjukkan ada bangunan baru berupa pos polisi perbatasan yang letaknya di dekat masjid yang sudah ambruk.
Pemerintah Myanmar dengan pimpinan peraih Nobel Aung San Suu Kyi dan militer menjelaskan, buldozer di Rakhine untuk membangun jalan ke pemukiman baru warga Rohingya yang kembali dari pengungsian. Tidak ada penjelasan lebih rinci atas laporan Amnesty.
Myanmar dan Bangladesh telah sepakat pada November tahun lalu untuk memulangkan orang-orang Rohingya yang mengungsi dari kampung halamannnya di Rakhine. Myanmar mengatakan kamp sementara untuk menampung Rohingya yang kembali sudah siap, namun prosesnya belum dimulai. [Fathurroji]





















