Beirut, Gontornews — Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengundang Mustapha Adib untuk membentuk pemerintahan baru Lebanon. Adib menggantikan posisi Perdana Menteri sebelumnya, Hassan Diab, yang mundur 10 Agustus lalu atau 6 hari setelah ledakan di Pelabuhan Beirut.
Anadolu melansir Adib memperoleh 90 dari 120 suara parlemen untuk mengklaim jabatan tersebut. Pemungutan suara dilaksanakn di Istana Presiden Lebanon di Baabda, Beirut.
“Tidak ada waktu untuk kata-kata, janji atau keinginan. Kami akan bekerjasama dengan semua orang untuk memulihkan kembali negara kita karena perhatian besar bagi pemerintah saat ini adalah rakyat Lebanon,” tutur Adib.
“Kami berupaya membentuk pemerintahan yang memiliki orang yang kompeten untuk segera melakukan reformasi dan menempatkan negara ini di jalan yang benar,” imbuh mantan Duta Besar Lebanon untuk Jerman itu.
Sebelum menduduki kursi Perdana Menteri Lebanon, Adib menjabat sebagai penasihat sekaligus direktur di kantor Perdana Menteri Najib Mikati. Setelahnya, ia menjabat sebagai Duta Besar Lebanon untuk Jerman pada 2014.
Tepat enam hari setelah ledakan Beirut terjadi, Pemerintah Hassan Diab mengundurkan diri pada 10 Agustus dan berubah menjadi pemerintahan sementara hingga pemilihan perdana menteri dilaksanakan.
Ledakan 2.750 ton amonium nitrat di gudang Pelabuhan Beirut tersebut menewaskan lebih dari 190 orang dan melukai lebih dari 6.000 warga. Ledakan itu juga meratakan bangunan di sekitar lokasi serta merusak properti warga Beirut. Ratusan ribu warga dikabarkan kehilangan tempat tinggal akibat ledakan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]
























