Bandung, Gontornews — Ayah Bunda, dari judul di atas timbul pertanyaan dong, apakah bisa anak-anak disuruh melakukan amar ma’ruf nahi munkar? Orang dewasa saja susah kok.
Sebelum dijawab kita lihat dulu bahwa setiap rasul pasti melakukan amar ma’ruf nahi munkar, termasuk Nabi Yunus AS yang mengajak masyarakat kota Niniwe untuk menyembah Allah dan menjauhi penyembahan berhala.
Lalu apa itu amar ma’ruf nahi munkar? Ammar ma’ruf nahi munkar adalah perintah untuk menegakkan hal yang benar dan melarang yang salah.
Lalu bisakah hal ini diajarkan pada anak-anak? Jawabannya, bisa. Alasannya adalah ayat al-Qur’an dimana Luqman berpesan pada anaknya, “Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” QS. Luqman [31]: 17.
Nah, bila dikatakan amar ma’ruf nahi munkar itu susah, bisa jadi kita belum mengerti dua hal di bawah ini: Pertama, karena tidak dibiasakan dari kecil. Justru di sinilah pentingnya menceritakan kisah para Rasul seperti kisah Nabi Yunus pada anak-anak.
Kedua, amar ma’ruf nahi munkar ini kan sesuai kemampuan, jadi biasakan anak memberi tahu teman atau saudaranya untuk tidak berbuat nakal. Karena amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban, maka sangat baik bagi kita menyiapkan mental dan ilmu anak sejak dini. Karena umat yang mampu menegakkan amar ma’ruf nahi munkar akan menjadi umat terbaik.
Jadi dengan mengisahkan perjuangan para Rasul, maka in syaa Allah kita sedang menyiapkan generasi yang kelak akan menjadi umat terbaik. []






















