Kuala Lumpur, Gontornews — Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, berharap situasi persidangan skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menderanya berlangsung kondusif dan adil. Sejauh ini, Najib membantah semua tuduhan terkait 1MDB yang didakwakan dan menyebut tuduhan tersebut bermotif politik.
Sebagaimana diketahui, pekan lalu, dunia perpolitikan Malaysia bergejolak. Pergolakan itu terjadi setelah Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengajukan pengunduran diri, Senin (24/2), ke Yang di-Pertoan Agong.
Setelah pengunduran diri Mahathir diterima, Yang di-Pertoan Agung kembali menunjuk Mahathir sebagai Perdana Menteri sementara sampai Perdana Menteri definitif terpilih.
Sejumlah pihak meyakini bahwa rekan politik Mahathir di Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, akan menggantikannya sebagai Perdana Menteri Malaysia. Namun, yang terpilih sebagai pengganti Mahathir justru Muhyiddin Yassin yang terafiliasi dengan United Malays National Organization (UMNO).
βSaya berharap bahwa atmosfer akan lebih kondusif menuju persidangan yang adil,β kata Najib Razak kepada Reuters.
βSaya tidak menyinggung apapun, karena belum ada kesimpulan di persidangan. Tapi semoga, anda tahu, saya akan mendapatkan persidangan yang adil,β imbuhnya.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) memperkirakan skandal 1MDB merugikan Malaysia hingga 4,5 miliar dolar AS atau setara 63,9 triliun rupiah. Dalam pemeriksaan sementara, 1 miliar dolar AS dari skandal 1MDB diduga mengalir ke rekening pribadi Najib.
Najib merasa bahwa ia dijebak oleh pengusaha Low Taek Jho atau yang akrab disapa Jho Low. Ia pun merasa bahwa persidangan dapat membersihkan namanya tersebut.
βSaya tidak ingin manipulasi atau tekanan yang tidak semestinya terhadap hakim ataupun alasan politik. Saya akan sangat senang menjalani proses persidangan jika keputusan dilandaskan atas kekuatan bukti,β kata Najib.
Najib menjelaskan bahwa hubungannya dengan PM Muhyiddin Yassin buruk. Terutama ketika Najib memecat Muhyiddin pada 2015 lantaran mengkritik penanganan proyek 1MDB. Najib tidak pernah berbicara dengan Muhyiddin sejak ia menjabat sebagai Perdana Menteri. Akan tetapi, Najib mengaku bahwa dirinya akan membangun kembali hubungan mereka.
Najib pun belajar dari bagaimana Mahathir membangun komunikasi yang positif dengan lawan sekaligus rekan politiknya, Anwar Ibrahim.
βTerlepas dari upaya (Mahathir) memenjarakan serta meremehkan karakter Anwar Ibrahim selama bertahun-tahun, hal itu tidak menghentikan mereka untuk berkumpul,β pungkas Najib. [Mohamad Deny Irawan]





















