Dapchi, Gontornews — Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari, mengatakan kepada orangtua dari 110 anak sekolah yang diculik, dia telah memerintahkan semua agen militer dan keamanan untuk mencari anak-anak mereka. Hal tersebut disampaikan Buhari dalam kunjungan pertamanya ke kota asal mereka sejak kelompok Boko Haram membawa anak-anak mereka sebulan yang lalu.
Para siswi di Sekolah Sains dan Teknik Negeri di Dapchi, Nigeria, Rabu (14/3) menunggu kedatangan Presiden berusia 76 tahun itu dengan membawa berbagai macam spanduk yang berisikan pesan-pesan untuk sang presiden.
Buhari telah menjadikan keamanan sebagai tonggak kemenangan pemilihannya pada 2015 lalu menjanjikan akan menghentikan serangan yang dilakukan militan Boko Haram dan membatasi pergerakannya.
“Saya telah mengarahkan tentara, angkatan udara, polisi, dan agen keamanan lainnya untuk menemukan gadis-gadis di manapun mereka berada,” katanya seperti dikutip Reuters.
Serangan terhadap Kota Dapchi di negara bagian Yobe pada 19 Februari adalah penculikan massal terbesar sejak Boko Haram membawa lebih dari 270 siswi dari Kota Chibok pada tahun 2014.
Sebelumnya pada hari itu, Buhari mengatakan kepada orang-orang di ibukota negara bagian Yobe, Damaturu, bahwa pemerintah tidak akan beristirahat sampai gadis terakhir yang diculik oleh pemberontak telah dibebaskan.
Buhari juga mengatakan saat ini Boko Haram telah menguasai sebagian besar wilayah timur laut sebelum melakukan tindakan keras. “Tapi sekarang, mereka hanya menggunakan bom, membunuh, mencuci otak gadis-gadis muda, melakukan pemboman di masjid, gereja, pasar dan area parkir motor,” lanjutnya.
Mantan penguasa militer itu juga menjanjikan serangan baru terhadap Boko Haram. “Pemerintah federal akan menggunakan semua kekuatannya untuk mengarahkan Angkatan Darat Nigeria, angkatan udara dan semua badan keamanan untuk mengakhiri pemberontakan dan membawa perdamaian di negaraini,” katanya. [Devi Lusianawati]






















