Afrin, Gontornews – Sudah seminggu, akses air bersih di Afrin, Suriah, telah diputus. Pemutusan dilakukan setelah Turki berhasil mengepung wilayah tersebut.
Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan mengatakan dalam sebuah pernyataan, Rabu (14/3), pemutusan akses terhadap air minum bersih terjadi setelah tentara Turki dan sekutu pejuang Suriah menyita bendungan utama dan pabrik air dari milisi People’s Protection Unit (YPG) di wilayah yang didominasi Kurdi di barat laut Suriah.
“Pekerja lokal tidak dapat mengakses kontrol bendungan untuk memompa air. Pasokan air telah terputus,” kata pernyataan itu seperti dikutip Aljazeera.
Selama ini, warga di wilayah itu tidak mengandalkan air yang diolah dari lubang bor. Hal itu lantaran untuk menghindari risiko penyakit yang ditimbulkannya.
Selain itu, YPG Suriah-Kurdi mengatakan tentara Turki telah menguasai bendungan di danau Maydanki dan sebuah pompa air pada pekan lalu.
“Air telah terputus sepenuhnya karena kontrol tentara Turki,” kata Birusk Hasaka, juru bicara YPG di Afrin.
Ia menambahkan, penduduk sipil sangat bergantung pada sumur untuk mendapatkan air, namun hal itu tidak cukup dan tidak baik juga untuk kesehatan jika diminum.
Selain krisis air bersih, daerah yang dikuasai Kurdi, Suriah juga menghadapi kekurangan roti. Karena satu-satunya toko roti Afrin permintaannya meningkat di tengah kekurangan tenaga dan bahan bakar.
Azad Mohamed, seorang penduduk Afrin, mengatakan, dia menunggu dalam antrean selama delapan jam untuk mendapatkan beberapa roti. “Beberapa orang pergi tanpa mendapatkan apapun,” katanya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan militer dan sekutunya akan benar-benar mengepung Kota Afrin pada Rabu malam. “Lingkaran pengepungan akan selesai malam ini (Rabu, 14/3),” kata sumber presiden tersebut.
Dia mengatakan, rencana penguasaan Afrin dilakukan secara strategis untuk mencegah kematian warga sipil.
“Kami akan membersihkan Afrin dari teroris, membersihkan Manbij, dan timur Sungai Efrat ke perbatasan kami dengan Irak utara,” kata Erdogan seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.
Amerika Serikat memiliki sekitar 2.000 tentara yang bermarkas di Manbij, sekitar 100 km timur Afrin, yang bekerjasama dengan YPG.
Erdogan telah mendesak AS untuk menarik tentaranya dari daerah tersebut, namun perwira militer Amerika mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukannya. [Devi Lusianawati]






















