pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 4 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

No Phubbing, Bijak Menggunakan Gawai

Reza Indragiri Amriel, Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
3 October 2018
in Wawancara
0
No Phubbing, Bijak Menggunakan Gawai

foto:tribunwow.com

Keranjingan dengan gawai atau gadget hingga mengabaikan orang-orang di sekitarnya merupakan fenomena yang kini menjamur di sekitar kita. Mulai dari anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Mereka sering larut dalam piranti gawai yang kian canggih dan cenderung abai dengan kondisi di sekitarnya. Fenomena ini dikenal dengan istilah “Phubbing”.

Penggunaan gawai secara berlebihan dan tanpa kontrol yang baik dari si pengguna akan menyebabkan dampak psikologis bagi si pengguna dan orang-orang di sekitarnya. Bagaimana tidak, pertemuan yang seharusnya berkualitas menjadi pertemuan yang tanpa makna karena masing-masing asyik dengan gawainya.

Keluarga dalam sebuah miniatur masyarakat harus menjadi lingkungan pertama agar anggota keluarga bisa lebih bijak dalam menggunakan gawai. Peran serta orangtua dan anggota keluarga untuk bisa saling mengingatkan agar menggunakan gawai dengan cerdas dan penuh pendidikan harus ditanamkan di lingkungan keluarga.

Untuk mengetahui bagaimana sebaiknya kita menggunakan gawai yang produktif dan bukan larut dengan gawai yang ada di genggaman kita, wartawan Majalah Gontor Fathurroji bertandang ke kantor Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menemui psikolog yang juga Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI Reza Indragiri Amriel. Berikut petikan wawancaranya:

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Bagaimana Anda melihat fenomena phubbing di masyarakat?

Harus diakui gawai itu membawa perubahan dalam tempo kecepatan mengatasi persoalan majemuk dalam waktu yang tunggal. Manusia hari ini dituntut multitasking. Persoalannya adalah ketika gawai yang kita gunakan digunakan tanpa ada komitmen dan visi yang jelas maka akan menjadi masalah dalam hidup bermasyarakat. Salah satunya fenomena phubbing yang banyak kita temui di sekitar kita.

Sebaiknya apa yang perlu disiapkan sebelum kita bergawai?

Di antara kunci orangtua yang sukses ada tiga hal, ini teori yang saya bikin sendiri, yaitu jika ada komitmen, visi yang jelas dan alokasi waktu. Komitmen menunjukkan kesungguhan atau kemampuan kita untuk bertahan dalam sebuah agenda tugas hidup, konteksnya dalam pengasuhan peran sebagai orangtua. Orangtua juga harus mempunyai visi, untuk itu orangtua harus terus menambah wawasan dengan cara banyak membaca, diskusi, ikut komunitas nyata maupun maya agar visinya senantiasa termutakhirkan. Sedangkan alokasi waktu, karena waktu itu yang memberikan wadah bagi terealisasinya komitmen dan visi tersebut.

Sejauhmana antara komitmen, visi dan alokasi waktu itu tidak bergesekan dengan penggunaan gawai?

Gawai itu mengondisikan makhluk yang multitasking, karenanya akan muncul gesekan ketiga hal di atas, karena itu harus menemukan keharmonisan akan keberadaan gawai yang multitasking itu. Kita punya standar ganda, misalnya saat ada meeting kantor lalu ada kontak dari keluarga jawabannya sebentar masih rapat, sedangkan saat dalam keluarga lalu ada telpon dari kantor maka kita tidak bisa mengatakan maaf masih bersama anak-anak. Artinya kita memang memiliki standar ganda.

Phubbing apakah sesuatu yang abnormal?

Beruntung bahwa di beberapa negara ketergantungan yang berlebihan terhadap gawai sudah dikatakan sebagai abnormalitas dalam psikologis. Misalnya adiksi akan pornografi, adiksi game, adiksi bersosial media. Sehingga muncul terma yang spesifik terhadap gawai. Semestinya hal ini memberikan peringatan kepada kita bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang positif dari gawai yang kita pegang. Kita harus lebih bijak menggunakan gawai.

Kapan gawai bisa diberikan kepada anak-anak?

Disclaimer harus muncul, karena setiap keluarga, agama, suku, bangsa, negara punya standar kepatutan yang berbeda, masing-masing mempunyai nilai kearifan sendiri-sendiri. Saya tidak sepakat jika harus dikunci, total tidak menggunakan gawai. Misalnya Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pernah akan memberikan pelarangan kepada anak-anak terhadap penggunaan gawai. Saya kurang sepakat, karena jauh sebelum itu sudah ada salah seorang guru yang  menggunakan facebook sebagai media komunikasi dengan murid-murid dan jauh lebih dinamis, interaktif dalam pendidikan.

Jadikan gawai sebagai intrumen untuk memperkuat perilaku positif anak. Jadi yang mengunci kapan atau tidak boleh menggunakan gawai bukan berdasarkan waktu, bukan berdasarkan usia tapi berdasarkan perilaku positif anak. Kebutuhan anak, bicara kebutuhan tidak melulu belajar, tapi juga untuk menghibur asal perilakunya lebih baik. Kalau anak-anak tetap susah diarahkan dan tidak menunjukkan perilaku yang baik maka jangan memberikan gawai kepada anak. Perilaku baik baru terbuka pegang gawai dan waktu tetap diatur.

Mengapa bukan pada batasan usia?

Kita mau berteori relatif mudah, di mana usia anak-anak itu dimulai dari 0 sampai sebelum 18 tahun semua disebut anak. Kendati anak-anak tapi penampakan lahiriah dan dinamika batiniah mereka berbeda. Begitu juga sisi kognitif, anak ada yang masih Lower Order Thinking Skills (LOTS) kemampuannya masih di tingkat remembering, understanding, dan applying. Sedangkan anak yang lebih lanjut usianya memiliki kemampuan lebih tinggi lagi yaitu Higher Order Thinking Skills (HOTS) di mana anak sudah bisa analyzing, evaluating dan creating. Jadi bukan berdasarkan waktu, bukan berdasarkan usia tapi berdasarkan perilaku positif anak.

Gawai ini telah membius kita, tapi kita tidak berpasrah diri terhadap apapun yang ada di gawai. Seperti penyebaran hoax. Hal ini sudah lama ada sejak jaman Rasulullah, sekarang menjadi mudah karena sekarang kita mudah mendapatkan melalui gawai. Kecerdasan kita dalam menyikapi hoax akan sulit untuk anak yang masih memiliki kemampuan LOTS, tapi lebih siap untuk anak yang punya kemampuan HOTS. Karena  itu menetapkan anak berdasarakan angka umur menjadi sulit, tapi menetapkan berdasarkan  tingkat perkembangan HOTS-nya dan bukan LOTS-nya.

Kapan orangtua bisa memberikan arahan kepada anak-anaknya soal bergawai bijak?

Saya yakin bahwa tindak tanduk pola komunikasi dalam bergawai merupakan titik lanjutan setelah keluarga menciptakan pola komunikasi yang lebih majemuk. Ketika keluarga berhasil menciptakan komunikasi yang baik di meja makan secara lahiriah, face to face itu pijakan ideal dengan keluarga dan orangtua memberikan keteladanan yang sehat untuk bergawai secara bijak. Jika tataran komunikasi di meja makan saja menjadi persoalan, maka saya kuatir pada komunikasi menggunakan gawai akan sulit dikomunikasikan dengan anak.

Apa peran lembaga pendidikan untuk mengarahkan anak didiknya bergawai secara bijak?

Ada inpres gerakan nasional revolusi mental yang salah satunya mengupas seputar penciptaan ramah anak dari kekerasan di rumah dan sekolah. Setelah persoalan rumah kita beranjak ke sekolah. Orang mengatakan jadikan guru sebagai orangtua di sekolah, kelas sebagai rumah di sekolah. Seharusnya sinkron dan sebangun apa yang terjadi di rumah. Literasi tentang bergawai yang diajarkan di sekolah terbangun di rumah. Peran guru untuk memberikan pencerahan agar bergawai bisa meningkatkan kualitas anak didik melalui tugas-tugas sekolah yang melibatkan gawai dalam pengerjaannya. Phubbing harus diarahkan kepada sesuatu yang positif dan multitasking. Ironi kita mengondisikan manusia sebagai makhluk yang mampu untuk multitasking tapi ada kerisauan ketika melakukan phubbing apalagi dalam konteks pengasuhan.

Jadi anak tetap diberi akses ke gawai?

Saya yakin bahwa pendidikan yang baik tetap mengenalkan anak akan teknologi, jadi tidak gaptek. Man behind the gun, tidak ada senjata yang membahayakan tapi yang membahayakan itu pengguna senjata tersebut. Ini juga berlaku di gawai, ketika gawai tidak digunakan sama sekali tidak akan menjadi persoalan, tapi ketika kita mulai menggunakannya maka dibutuhkan kearifan kita menggunakannya.

Apakah di data LPAI ada kasus soal gawai?

LPAI pernah ada kasus bersumber dari gawai. Ada kasus di mana mata anak menjadi juling karena terlalu sering menggunakan gawai. Kita tidak bisa berbuat banyak, tapi kita berikan edukasi terkait bagaimana menggunakan gawai dengan baik. Itu sudah kami lakukan.

Apa harapan Anda ke depan?

Harapan saya, kita bisa menemukan teknologi untuk memblokir situs-situs jelek bagi anak, situs tidak ramah anak, seperti situs pornografi, terorisme, kekerasan dan lain sebagainya. Karena keasyikan dengan piranti yang ada dalam gawai akan mengubah definisi pertemanan karena mereka lebih menganggap penting gawai daripada pertemanan lewat tatap muka dan sentuhan kulit. Gawai akan merombak definisi pertemanan dan tidak menganggap penting permainan tatap muka, pertemuan langsung, yang marak adalah kamuflase daripada kejujuran. Relasi sosial berubah, dari langsung ke virtual. Merasa hiruk pikuk dalam kesendirian. Padahal pembelajaran yang ideal adalah multisensorik, semakin banyak sensor penginderaan yang terlibat akan lebih baik, bukan hanya mata, telinga, tapi juga sentuhan kulit.

Gambaran orang yang keranjingan gawai seperti apa?

Saya menggambarkannya seperti alien, makhluk luar angkasa. Jangan-jangan kita sebagai alien sebagai perwujudan tampilan manusia masa depan, badannya kurus kering karena badannya tidak bergerak lagi karena segala sesuatu ada remote kontrol, tubuhnya mengecil karena tidak digunakan, kepalanya membesar karena kerja otak semakin berat, dan jarinya semakin panjang karena jarinya terus digunakan untuk bergawai. []

 

Tags: LPAIPhubbingReza Indragiri Amriel
Share54Tweet34Send
Previous Post

Anak Mau Masuk Pondok, Itu Rezeki!

Next Post

Hassan Al Kontar, 6 Bulan Tinggal di Bandara Internasional Kuala Lumpur

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

30 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

0
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

0
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

0
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

3 August 2026
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

3 August 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

3 August 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result