Washington, Gontornews — Pejabat tinggi PBB mengingatkan bahwa stok makanan di Afghanistan akan habis akhir September mendatang jika tidak ada bantuan dana tambahan. Deputi representatif, residen dan koordinator kemanusiaan untuk Afghanistan, Ramiz Alakbrov, menyebut Afghanistan membutuhkan setidaknya 200 juta dolar Amerika Serikat untuk sektor makanan.
โKami tidak akan dapat menyediakan bahan makanan penting karena kami akan kehabisan stok. Dan untuk menjaga permintaan saat ini, kami membutuhkan setidaknya 200 juta dolar Amerika Serikat hanya untuk makanan bagi warga termasuk kelompok rentan,โ ungkap Alakbrov kepada Anadolu.
Alakbrov menambahkan bahwa setidaknya sepertiga penduduk Afghanistan tidak tahu berapa lama mereka akan menghadapai rawan pangan.
Pada Selasa (31/8/2021), Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan Afghanistan berisiko hadapi bencana kemanusiaan ketika Taliban mengambil alih negara. โBencana kemanusiaan membayangi,โ kata Guterres.
โDi tengah kekeringan parah dan kondisi musim yang keras, negara perlu melacak ketersediaan pasokan makanan tambahan, tempat tinggal dan pasokan kesehatan dengan segera,โ sambungnya.
Sebagai informasi, Taliban berhasil menguasai Kabul pada 15 Agustus 2021 yang lalu. Pengambilalihan Istana Kepresidenan di Kabul juga memaksa Presiden Ashraf Ghani dan sejumlah pejabat tinggi Afghanistan meninggalkan negara tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat, Senin (30/8/2021), mengumumkan penyelesaian upayanya dengan menarik semua pasukannya dari Afghanistan dan mengakhiri perang terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat tersebut. [Mohamad Deny Irawan]




















