Damaskus, Gontornews — PBB telah memperingatkan “bencana” yang mengancam di Suriah selatan, yang disebabkan oleh serangan pemerintah Suriah yang bertujuan merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak. Sekitar 160 ribu warga melarikan diri dari Suriah selatan.
Seperti dirilis Aljazeera, Zeid Ra’ad al-Hussein, Komisaris Tinggi PBB untuk hak asasi manusia, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa ada “risiko besar yang mengancam keselamatan warga sipil yang terperangkap” dalam perang di Suriah selatan.
Ia mengecam pihak-pihak yang bertikai yang kerap menjadikan warga sipil sebagai ‘pion’ atau ‘perisai’ dalam pertempuran.
Serangan pemerintah Suriah yang dilakukan pada 19 Juni dimaksudkan untuk merebut kembali Provinsi Deraa, Quneitra dan sebagian Sweida, yang sebagian besar masih dikuasai oleh pejuang oposisi.
Dengan dukungan udara Rusia, pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad telah merebut kembali wilayah-wilayah itu dan terus maju ke arah selatan di mana sisa-sisa terakhir oposisi berada. [Rusdiono Mukri]





















