Hodeidah, Gontornews — Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan, penarikan diri pasukan bersenjata Houthi dari tiga pelabuhan di Yaman berjalan sesuai rencana. Pelabuhan Hodeidah, Saleef dan Ras Isa yang semula dikuasai Houthi kini diserahkan kendalinya kepada penjaga pantai Yaman.
kepala Komite Koordinasi Penempatan Kerja PBB (RCC), mantan Jenderal Denmark Michael Lollesgaard mengatakan, pasca penarikan mundur pasukan Houthi ketiga pelabuhan tersebut kini menjadi perhatian tim PBB secara bersamaan.
“Ini adalah langkah awal untuk mencapai perdamaian di Yaman,” jelas Lollesgaard, Minggu (12/5), Aljazeera.
Ia juga berharap, langkah Houthi tersebut menjadi kunci berakhirnya perang saudara yang terjadi sejak 2014 lalu dan menyelesaikan masalah kemiskinan di negara tersebut.
Selanjutnya, lanjut Lollesgaard, pihaknya akan fokus pada penghapusan manifestasi militer dan penambangan yang saat ini menjadi masalah antara pihak berkonflik.
Berbeda dengan itu, Pemerintahan Yaman justru menganggap penarikan diri Houthi dari pelabuhan hanya merupakan kamuflase dan penipuan saja. Pasalnya, hal itu terjadi tidam hanya sekali, namun berulang-ulang.
“Ini adalah sandiwara teater saja, mereka menyerahkan pelabuhan kepada orang mereka sendiri dengan seragam yang berbeda,” kata Moammar al-Eryani, Menteri Penerangan Yaman.
Pelabuhan-pelabuhan yang telah diserahka. Houthi digunakan untuk memasok biji-bijian, minyak, perdagangan, dan bantuan lainnya. Pelabuhan Hodeidah sendiri menangani 70 persen impor pangan dan bantuan kemanusiaan di negara itu.
Upaya mencapai perdamaian pada konflik di Yaman telah mengalami kebuntuan selama bertahun tahun. Pasukan koalisi Pemerintah Yaman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah gagal mengusir pasukan Houthi dari Yaman.[Devi Lusianawati]






















