pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 7 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Pilpres Deadlock, Ini Solusinya

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
7 years ago
in Kolom
0
Menguji Janji Capres

Beberapa daerah telah tuntas merekapitulasi suara. Sejumlah media sudah umumkan hasilnya. Tapi, tak semua pihak setuju dengan hasil itu. Sejumlah saksi tak mau tanda tangan. Artinya? Tak mengakui. Rekapitulasi dipertanyakan akurasi dan kejujurannya.

Isu kecurangan terus merebak. TSM menjadi kata sandi yang semakin populer di telinga publik. TSM itu terstruktur, sistematis dan masif. Ada yang bilang malah TSMB. B itu brutal. Itulah potret pemilu kali ini menurut sejumlah pihak.

Kata TSM atau TSMB menyebar seperti obat kuat yang memompa semangat mereka yang prihatin dan kecewa atas proses pemilu kali ini. Demo dan protes terjadi dimana-mana. Satu-persatu kecurangan dibuka datanya. Foto, situng dan video yang diduga sebagai indikasi kecurangan dipertontonkan ke publik lewat medsos. Medsos menjadi ruang satu-satunya yang tersisa bagi rakyat untuk mengekspresikan kekecewaan. Di saat televisi mati suri dan media mainstream tiarap, medsos menjadi ruang terbuka dimana setiap anak bangsa bisa leluasa berinteraksi. Memposting dan mengakses informasi.





Kendati rekapitulasi suara di KPU Pusat belum tuntas, masing-masing paslon telah mengklaim sebagai pemenang. Ucapan selamat datang kepada kedua belah pihak, baik dalam bentuk baliho, video maupun pajangan bunga. Klaim ini telah meramaikan suasana, bahkan menciptakan ketegangan.

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Isu kecurangan yang dianggap sudah masuk dalam level TSM atau TSMB ini membuat sebagian rakyat menuntut agar KPU dikartu merah dan salah satu paslon didiskualifikasi. Pasalnya, KPU dan salah satu paslon “dicurigai oleh mereka” berkomplot untuk mengalahkan paslon yang lain. Ditambah lagi kematian hampir 600 petugas pemilu yang makin memperkuat kecurigaan, dugaan, dan tuduhan itu. Potensi korbannya masih bisa terus bertambah jumlahnya. Karena yang berbaring sakit kabarnya masih ribuan orang.

Sejumlah tokoh, termasuk Rizal Ramli, menganggap pemilu kali ini paling buruk di sepanjang sejarah demokrasi di negeri ini. Kematian ratusan petugas pemilu adalah tragedi nasional. Sambil menunggu ucapan duka dari “sang presiden” sebagai kepala negara, amburadulnya proses pemilu memang layak jadi keprihatinan masional.



Yang lebih memprihatinkan lagi adalah bahwa KPU telah kehilangan legitimasi dari rakyat. Dampak yang mungkin akan terjadi: apapun hasil pilpres, tak diterima rakyat. Ini bahaya! Lampu kuning, dan hampir lampu merah!

Kalau rakyat tak akui KPU, artinya presiden yang diumumkan KPU juga tak diterima rakyat. Ini tentu tak kondusif bagi presiden terpilih, siapapun itu, untuk menjalankan pemerintahan kedepan. Sebab, dimungkinkan akan terus ada ketegangan-ketegangan selama pemerintah tidak mampu meyakinkan rakyatnya. Apalagi jika komunikasi politik pemerintah dengan rakyat buruk. Ini hampir bisa dipastikan akan mendorong gelombang ketegangan semakin besar sebagaimana yang selama ini terjadi.

Untuk mengurai ketegangan ini ada tiga alternatif yang bisa dijadikan pilihan dan solusi. Pertama, rekapitulasi ulang suara hasil pilpres. Gagasan ini juga diusulkan oleh M.H. Ainun Najib, budayawan kawakan asli Jombang yang tinggal di Jogja.

KPU perlu melakukan rekapitulasi ulang secara nasional, dan disiarkan semua televisi. Data-data KPU, terutama C1 ditampilkan. Semua C1 Plano dipasang kembali di setiap TPS dan masyarakat melihatnya langsung sambil melakukan koreksi terhadap proses rekapitulasi nasional. Ini ruang bagi semua rakyat untuk melakukan pencocokan dan verifikasi. Ada media teleconference yang disiapkan KPU. Melalui video call misalnya, KPU bisa langsung cek ke petugas KPPS terkait dengan TPS yang sedang dihitung suaranya. Itu soal teknis, dan sangat mudah untuk bisa dilakukan. Hanya sedikit butuh waktu, karena jumlah TPS ada 800 ribu lebih.

Ini kesempatan bagi setiap paslon, terutama 01 untuk menepis tuduhan kecurangan yang selama ini diarahkan kepadanya. Mestinya tak ada yang keberatan, khususnya paslon 01 untuk melakukan perhitungan ulang secara nasional.

Kalau gagasan ini tak disepakati, maka pemilu ulang bisa jadi alternatif kedua. Apakah tak terjadi kecurangan TSM atau TSMB lagi sebagaimana yang dituduhkan dan dikhawatirkan banyak pihak selama ini? Belajar dari pemilu saat ini, segala sesuatunya lebih mudah untuk diantisipasi. Tentu, petugas pemilunya harus diganti. Kok diganti? Ah, pakai nanya lagi!

Kalau cara kedua deadlock? Maka kemungkinan ketiga yang akan terjadi. Apa itu? Adu kuat massa. Ini sulit dihindari. Rakyat sering menyebutnya dengan istilah “people power”. Dan sekarang sedang berjalan. Demo merebak dimana-mana. Tidak saja di Jakarta, tapi di banyak wilayah. Aceh, Sumut, Surabaya, Madura, Ciamis, Semarang dan sejumlah daerah yang lain sudah pecah. Kekecewaan, bahkan kemarahan massa sepertinya tak mudah untuk diredam. Adu kuat ini akan berhenti jika alternatif pertama atau kedua disepakati.

Kalau saja terjadi adu massa, tragedi 1998 terbuka untuk terulang kembali. Benturan pendukung Sidang Istimewa yang dikendalikan oleh Pamswakarsa dengan yang menolak Sidang Istimewa pernah melukai sejarah bangsa ini. Sejumlah nyawa melayang yang seharusnya tak perlu terjadi. Sekali lagi, tak perlu terjadi.

Tentu, kita semua tak ingin 1998 terulang kembali di 2019. Karenanya, alternatif pertama atau kedua perlu jadi renungan dan dipikirkan bersama. Tundukkan ego dan redam ambisi. Ini untuk dan demi masa depan bangsa ini. Jika alternatif ketiga yang dipilih, kita gak tahu apa yang akan terjadi untuk Indonesia kedepan.

Tags: KPUPilpresPolitik
Share17Tweet11Send
Previous Post

PBB: Penarikan Houthi dari Pelabuhan Yaman Berjalan Lancar

Next Post

Belajar Dari Perang Uhud; Refleksi Sejarah atas Jihad Islam Politik Umat Hari Ini

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

1 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

5 November 2026
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result