New York, Gontornews — Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, 370 anak dari total 552 anak yang tewas pada tahun 2017 disebabkan oleh serangan udara yang dilakukan oleh koalisi Arab pimpinan Saudi.
Seperti dirilis oleh Aljazeera, laporan tahunan PBB tentang Anak-Anak dan Konflik Bersenjata, yang menyoroti para korban anak-anak di seluruh dunia, menemukan bahwa total 1.316 anak tewas dan cacat di Yaman pada 2017.
Arab Saudi, bersama dengan beberapa negara Arab lainnya, meluncurkan serangan militer pada tahun 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Tujuannya untuk menggulingkan pemberontak Syiah Houthi yang menguasai Yaman pada tahun 2014.
Namun, sebagian besar negara Arab telah menarik pasukannya dari koalisi dukungan AS itu. Karena itu, kini hanya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang melakukan serangan di Yaman.
Laporan PBB itu disusun oleh staf Sekretaris Jenderal Antonio Guterres dan diserahkan ke Dewan Keamanan pada Senin (25/6) malam.
Laporan itu memverifikasi bahwa dari 552 anak yang tewas (398 anak laki-laki dan 154 perempuan), mayoritas (370 anak) disebabkan oleh serangan koalisi, yang juga disalahkan atas 300 anak yang cedera.
Sedangkan Houthi bertanggung jawab atas 83 anak tewas dan 241 korban luka. Korban tewas lainnya disebabkan oleh serangan kelompok Perlawanan Populer yang pro-pemerintah, pasukan internasional yang berjuang untuk pemerintah Yaman, al-Qaeda di Jazirah Arab (AQAP), dan Angkatan Bersenjata Yaman.
Sebanyak 51 persen dari total 1.316 korban jiwa disebabkan oleh serangan udara, kata laporan itu. [Rusdiono Mukri]






















