Aleppo, Gontornews — Kesepakatan untuk evakuasi segera bagi warga sipil dan pejuang oposisi dari Aleppo timur di Suriah telah tercapai.
Setelah pertempuran sengit berminggu-minggu, pasukan pemerintah mengambil kontrol penuh atas Aleppo pada hari Selasa (13/12). Ini merupakan pukulan terbesar bagi pemberontak Suriah setelah lebih dari lima tahun perang saudara.
Duta besar Rusia untuk PBB menyebutkan, semua aksi militer di Aleppo timur telah berhenti dan pemerintah Suriah telah menguasai daerah itu.
“Selama satu jam terakhir kami telah menerima informasi bahwa kegiatan militer di Aleppo timur telah berhenti,” kata Vitaly Churkin dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
“Pemerintah Suriah telah mengontrol sepenuhnya Aleppo timur.”
“Kesepakatan telah tercapai untuk evakuasi warga Aleppo, warga sipil dan pejuang dengan senjata ringan mereka, dari kabupaten yang terkepung Aleppo timur,” kata Yasser al-Youssef dari kelompok pemberontak Nureddin al-Zinki, kepada kantor berita AFP.
Dia mengatakan kesepakatan itu “disponsori oleh Rusia dan Turki” dan akan dilaksanakan “dalam beberapa jam”.
Sebuah sumber militer Suriah mengonfirmasi kesepakatan itu kepada kantor berita Reuters dan mengatakan evakuasi akan dimulai pada pukul 05:00 waktu setempat pada hari Rabu.
Para pemberontak akan meninggalkan Aleppo, kata sumber itu.
Sementara itu Huseyin Muftuoglu, jurubicara Kementerian Luar Negeri Turki, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa yang pertama akan dievakuasi dari Aleppo adalah warga sipil dan diikuti oleh pejuang oposisi. [Rusdiono Mukri]

















