Hongkong, Gontornews – Pemerintah Filipina melalui Presidennya, Rodrigo Duterte, menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Hongkong atas tewasnya 9 dari 15 rombongan wisatawan Hongkong saat terjadi insiden penyandaraan bus di Manila. Akibat kejadian ini, hubungan diplomatik antara Manila dan Hongkong memanas.
“Dari lubuk hati saya, sebagai Presiden Filipina dan atas nama rakyat Filipina, meminta maaf secara resmi kepada Anda sekarang,” kata Duterte di depan Pemerintah Hongkong dan bersumpah bahwa kejadian semacam itu tidak akan terulang kembali.
“Saya minta maaf atas terjadinya insiden tersebut. Sebagai manusia, saya menjamin bahwa kejadian tersebut tidak akan pernah terjadi lagi,” tambah Duterte, Rabu (12/4) sebagaimana dilansir Reuters.
Insiden tersebut melibatkan seorang polisi yang melakukan aksi penyanderaan atas bis yang ditumpangi oleh 15 wisatawan Hongkong pada Agustus 2010. Kala itu, pelaku memerintahkan supir untuk pergi dari Taman Rizal yang tekenal di Manila. Dalam operasi penyelamatan, 9 orang termasuk pria bersenjata tersebut tewas. Operasi ini lantas dianggap gagal.
Akibat insiden tersebut, setidaknya 100.000 turis membatalkan niatnya untuk berwisata ke Filipina. Presiden Filipina sebelumnya, Benigno Aquino, menyampaikan permintaan maaf secara personal kepada keluarga korban dan memberikan konfirmasi. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah akibat kegagalan operasi penyelamatan tersebut sebelum akhirnya, Duterte menyampaikannya di sela kunjungannya di Hongkong. [Mohamad Deny Irawan]





















