Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu atau multitasking saat ini bukanlah hal yang mengherankan. Seseorang bisa saja melakukan lebih dari satu hal dalam satu waktu, namun ternyata hal tersebut memiliki dampak negatif.
Dikutip laman Antara, dokter spesialis saraf Gea Pandhita dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjelaskan, multitasking tidak baik bagi ketahanan memori. Hal tersebut lantaran perhatian yang terpecah-pecah.
“Multitasking membuat seseorang tidak bisa fokus dalam mencurahkan seluruh perhatiannya pada satu hal,” jelasnya.
Dokter Gea juga mengatakan, tidak fokusnya seseorang terhadap hal yang ia kerjakan akan mempengaruhi kemampuan ingatan jangka pendek yang akhirnya akan berdampak pada ingatan jangka panjang.
Ia menyarankan, untuk bisa fokus dalam mengerjakan sesuatu, cobalah dengan mengasosiasikan hal itu dengan banyak faktor sehingga tertanam di otak.
Misalnya saja saat seseorang ingin berbelanja bahan-bahan masakan, maka akan sulit untuk dia mengingat satu persatu bahan yang terpisah. Akan tetapi jauh lebih mudah bila seseorang itu membayangkan satu menu yang terasosiasi dengan bahan-bahan yang ingin dibelinya.
“Jika ingin memasak soto, bayangkan saja visual yang berhubungan dengan semangkuk soto tersebut,” katanya.
Dengan mengasosiasikannya dengan faktor-faktor yang berhubungan, dalam contoh ini misalnya bihun, nasi, daging ayam sampai bumbu soto, maka seseorang yang ingin membeli bahan untuk keperluan soto bisa lebih mudah mengingat bahan apa saja yang harus dibeli. [Devi Lusianawati]





















