Bangkok, Gontornews — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand menyebutkan partai yang didukung militer unggul dalam pemilihan umum pertama negara itu sejak kudeta militer tahun 2014.
Sudah sekitar 90 persen surat suara masuk dalam Pemilu yang digelar hari Ahad (24/3). Dari suara yang masuk, Partai Palang Pracharat meraih tujuh juta suara. Sedangkan Pheu Thai, partai yang terkait dengan mantan Perdana Menteri dan taipan Thaksin Shinawatra yang diasingkan, meraih 6,6 juta suara.
Future Forward, partai yang baru didirikan yang berkampanye dengan janji perubahan dan reformasi militer, berada di urutan ketiga, dengan hampir 4,8 juta suara.
Seperti dirilis Aljazeera, KPU mengatakan akan mengumumkan hasil akhir pada hari Senin pukul 10 pagi (03:00 GMT) ini.
Pemungutan suara berlangsung di bawah konstitusi baru yang memberi militer pengaruh besar atas politik sipil negara itu dan menyulitkan partai mana pun untuk memenangkan mayoritas di majelis rendah dengan 500 kursi. Majelis tinggi ditunjuk oleh militer.
Prayuth Chan-ocha, pensiunan jenderal militer yang memimpin kudeta terhadap pemerintah terpilih terakhir negara itu lima tahun lalu, berharap Pemilu akan mengembalikannya ke kekuasaan sebagai perdana menteri sipil. [Rusdiono Mukri]






















