Yerusalem, Gontornews — Pemimpin Kristen Palestina mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, sebagai “berbahaya” dan “menghina”.
Pengumuman 6 Desember itu telah memicu protes di seluruh dunia Muslim dan mendapat kecaman internasional.
“Langkah AS menyinggung orang Kristen dan Muslim di seluruh dunia yang menganggap Yerusalem sebagai inkubator warisan spiritual dan nasional mereka yang paling suci,” kata Atallah Hanna, uskup agung gereja Ortodoks Yunani Yerusalem, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (23/12).
“Kami, orang-orang Palestina, Kristen dan Muslim menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel,” tambahnya seperti dikutip Aljazeera. [Rusdiono Mukri]




















