Jakarta, Gontornews – Suasana syahdu menyelimuti Gedung Pemasaran Buperta Cibubur, Jakarta, saat para tokoh nasional berkumpul memberikan testimoni eksklusif dalam sesi door stop World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 pada Senin (9/9/2025) malam. Empat tokoh yang sekaligus narasumber kunci itu menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap pencapaian bersejarah yang baru saja mereka saksikan.
Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Indonesia, Budi Waseso, tidak menyembunyikan kekagumannya. Dengan pengalaman mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan di seluruh dunia, dia menegaskan bahwa WMSJ 2025 merupakan yang pertama kali ada di dunia sekaligus jambore terbaik yang pernah dia saksikan.
“Saya telah menghadiri berbagai jambore internasional, namun yang saya lihat malam ini benar-benar luar biasa. Ini momentum yang tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa generasi muda Muslim mampu bersatu dalam keberagaman,” ujarnya dengan nada penuh apresiasi pada jambore bertema “We are Muslim, Civilized, United and Peaceful“.
Sentimen serupa datang dari Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar yang melihat WMSJ 2025 sebagai wajah Indonesia di mata dunia. Dalam pandangannya, acara ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang tidak hanya ramah, tetapi juga profesional dalam menyelenggarakan acara bertaraf internasional.
“Apa yang terjadi malam ini akan menjadi cermin bagi dunia tentang bagaimana Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar mampu menyelenggarakan acara yang damai, tertib, dan penuh makna,” jelasnya sambil sesekali tersenyum melihat antusiasme para wartawan yang meliput ajang jambore itu.
Momentum ini menjadi semakin bermakna bagi Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi selaku Ketua Panitia 100 Tahun Gontor. Baginya, WMSJ 2025 bukan sekadar acara kepramukaan, melainkan manifestasi nyata dari ajaran keikhlasan yang telah diajarkan Gontor selama seabad.
“Yang paling membanggakan yaitu melihat sekitar 2000 panitia dan relawan bekerja dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Ini cerminan dari nilai-nilai yang telah kami ajarkan di Gontor,” katanya dengan suara yang bergetar penuh haru.
Apresiasi mengharukan datang dari Sekretaris Jenderal World Islamic Union for Scout and Youth (WIUSY) Zuhair Hussein Ghunaim. Dalam bahasa Arab yang fasih, dia menyampaikan kekagumannya terhadap penyelenggaraan WMSJ 2025. “Ini yang terbaik yang pernah saya saksikan. Organisasi kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari sejarah yang sedang tertulis malam ini,” ujarnya sambil memuji profesionalitas panitia Indonesia.
Suasana door stop yang berlangsung pukul 19.00 WIB ini mencerminkan betapa bermaknanya momen yang baru saja disaksikan oleh ribuan peserta dari 16 negara. Para wartawan yang hadir tampak antusias menggali lebih dalam testimoni para tokoh yang memiliki kredibilitas tinggi di bidangnya masing-masing.
Budi Waseso, dengan latar belakang pengalamannya mengikuti berbagai acara kepramukaan internasional, memberikan perspektif komparatif yang berharga. “Saya pernah melihat jambore di berbagai belahan dunia, namun yang saya saksikan malam ini memiliki keunikan tersendiri. Ada semangat persaudaraan yang begitu kental, organisasi yang sangat rapi, dan yang terpenting pesan perdamaian yang begitu kuat,” tambahnya.
Sedangkan Prof Nasaruddin Umar menekankan dimensi diplomatik dari WMSJ 2025. Sebagai Menteri Agama, dia melihat acara ini sebagai soft diplomacy Indonesia yang sangat efektif. “Dunia akan melihat bagaimana Indonesia, dengan keberagaman yang dimilikinya, mampu menjadi rumah yang nyaman bagi saudara-saudara Muslim dari berbagai negara. Ini diplomasi keagamaan yang sangat powerful,” jelasnya.
Sementara itu, Prof Hamid Fahmy Zarkasyi mengaitkan kesuksesan WMSJ dengan filosofi pendidikan Gontor. “Seratus tahun Gontor mengajarkan bahwa keikhlasan merupakan kunci dari segala kesuksesan. Malam ini dunia melihat bagaimana keikhlasan 2000 panitia dan relawan mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Mereka bekerja tanpa pamrih, semata-mata untuk kesuksesan acara dan kemuliaan Islam,” ungkapnya dengan penuh kebanggaan.
Zuhair Hussein Ghunaim sebagai perwakilan organisasi kepramukaan Muslim dunia, memberikan validasi internasional terhadap kesuksesan WMSJ 2025. Testimoninya dalam bahasa Arab menunjukkan betapa bermaknanya acara ini bagi komunitas Muslim global. “Apa yang kami saksikan malam ini akan menjadi template bagi acara-acara serupa di masa depan,” katanya melalui penerjemah.
Keempat tokoh ini, dengan latar belakang dan perspektif yang berbeda, secara seragam memberikan apresiasi tertinggi terhadap pencapaian WMSJ 2025. Testimoni mereka menjadi bukti bahwa acara ini tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga bermakna secara substansial bagi masa depan kepramukaan Muslim dunia.
Malam 9 September 2025 akan dikenang dunia sebagai malam lahirnya era baru kepramukaan Muslim global, diawali dengan opening ceremony yang mendapat pujian dari para tokoh yang telah berpengalaman menyaksikan berbagai acara internasional. []






















