pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Wednesday, 26 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Konsultasi

Pendidikan Homogenisasi di Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
7 August 2017
in Konsultasi
0

Oleh Drs H Nasrulloh Zainul Muttaqin

Pertanyaan:  Ustadz, ada pandangan yang berkembang di masyarakat bahwa di Gontor berlaku pendidikan homogenisasi. Benarkah? Mohon dijelaskan makna dan maksudnnya! 

Jawaban: Banyak orang mencemooh alumni Gontor dengan stigma macam-macam: tidak bisa membaca Kitab Kuning, bahasa Arab-nya bukan bahasa fush–ha tetapi Arab Gontor, shalat

harus tanda tangan, kurang etika, dan lain sebagainya, mungkin masih puluhan lagi sumpah serapah. Akan tetapi, jika sudah mengetahui kiprah dan gerak alumni Gontor di masyarakat, cibiran itu tidak ada artinya. Kebaikan, bahkan keunggulan alumni Gontor jauh lebih banyak. Ibaratnya, jutaan bintang bertaburan di langit, akan lenyap begitu matahari bersinar terang. Mengapa demikian? Berikut sedikit ulasan penulis.

BACA JUGA

Batasan Pergaulan Laki-Laki dan Perempuan yang Bukan Mahram

Kebiasaan Berjalan Lambat Mempercepat Penuaan

Akhlak Murid terhadap Guru

Mengapa Gontor Tidak Berpolitik?

Pangsa Pasar Syariah yang Mana Lagi?

Pondok Modern Darussalam Gontor (PM Gontor/Gontor) menerapkan proses pendidikan santrinya dengan homogenisasi. Dengan sistem klasikal dan berasrama penuh, homogenisasi itu menjadi mudah dilakukan. Hal itu berlaku bagi siapa saja, dan dalam hal apa saja, tidak peduli anak kiai, anak tokoh, anak menteri, anak jenderal, anak luar negeri, semua dididik dengan sistem yang sama. Hasilnya, abituren Gontor menjadi manusia berkarakter khas, namun universal; dapat diterima masyarakat luas, dan dapat menjadi panutan.

Homogenisasi dimaksud dalam hal-hal sebagai berikut:  Begitu masuk pondok, santri harus tidur dengan fasilitas dan cara yang sama. Dalam satu kamar yang berisi sekitar 30 orang santri tidak boleh lebih dari 5 orang yang seasal daerah (Konsul, istilah Gontornya). Mereka tidur di bawah, dan beralaskan kasur tipis. Waktu tidur, santri wajib mengenakan celana panjang, bukan sarung. Begitu bangun pagi Shubuh, semua kasur harus digulung atau ditumpuk di satu tempat, dan tidak ada lagi yang boleh menambah waktu tidur, sebab, usai shalat Shubuh, segudang kegiatan telah menanti.

Baju santri Gontor disesuaikan dengan waktu dan jenis aktivitasnya. Ketika ke masjid, santri wajib mengenakan baju yang dimasukkan ke dalam sarung, berkopiah hitam (bukan putih seperti umumnya pondok pesantren), dan berikat pinggang. Ketika olahraga, mereka harus mengganti pakaiannya dengan kaos yang dimasukkan ke dalam celana olahraga.

Baju sekolah santri putra tidak sama tetapi umumnya seragam. Ketentuannya, santri atau siswa Kulliyyatu–l–Mu‘allimin al–Islamiyyah (KMI) harus memiliki kemeja putih lengan panjang dan celana berwarna gelap, tidak harus hitam. Sehari-hari, ketika masuk kelas, ada siswa KMI yang mengenakan kemeja bermotif polos, garis, maupun kotak-kotak lembut; ada yang berlengan panjang, tapi lengan pendek pun boleh. Motif batik atau bunga dilarang. Demikian pula warna yang mencolok, seperti merah, hitam, dsb. Warna celana tidak harus seragam. Saat bersekolah, baju itu harus dimasukkan ke dalam celana yang berikat pinggang, dan wajib bersepatu, apapun merknya.

Saat berlatih pidato dalam bahasa Indonesia-Arab-Inggris, semua santri mengenakan kemeja putih. Khusus pembicara dan pembimbing, wajib mengenakan jas dan kopiah.

Barangsiapa tidak mengikuti aturan akan dikenai sanksi. Misalnya, berolahraga dengan pakaian shalat atau pakaian masuk kelas, atau mengenakan sarung pada jam sekolah (pukul 07.00–12.20 WIB), atau tidur mengenakan celana pendek.

Potongan rambut santri Gontor khas dan seragam, tidak boleh panjang. Ukurannya, rambut tidak boleh sampai menyentuh daun telinga. Jika rambut telah menyentuh daun telinga, tinggal pilih, yang dipotong ‘telinganya atau rambutnya’.

Dalam kurun waktu tertentu, Bagian Keamanan dan Guru Pembimbing Santri akan mengelilingi kelas-kelas, mengingatkan yang rambutnya telah dianggap waktunya cukur. Yang namanya dicatat harus datang cukur di sore hari kemudian lapor kepada Bagian Keamanan. Ketika naik ke kelas 6, sebagai kesyukuran, para santri itu harus memotong rambutnya seperti taruna Akademi Militer. Mereka menyebutnya “jundy”, ‘seperti tentara’. Semua yang naik ke kelas 6 wajib jundy, sebagai ungkapan rasa kesyukuran.

Homogenisasi dalam berpakaian dan berpenampilan itu akan terbawa dan menjadi ciri khas alumni Gontor di manapun. Pakaian itu juga universal. Manusia, bahkan presiden dari negara manapun berpakaian seperti yang biasa dikenakan santri Gontor itu.

Yang tak kalah menariknya, pendidikan homogenisasi dalam hal makan. Pedoman di Gontor bukan “hidup untuk makan,” melainkan “makan untuk hidup.” Waktu dan menu makan diatur sedemikian rupa. Para santri itu pun harus makan tepat pada waktunya, dan dengan lauk yang tersedia, agar tidak kelaparan dan bisa mengikuti aktivitas pondok dengan baik.

Tentang, lauk pauk, jangan tanya. Justru, di sinilah nilai pendidikan yang luar biasa. Para santri itu disuguhi menu yang sama. Yang penting, gizinya cukup. Telah meliputi rasa asin, manis, gurih, dan pedas. Mereka harus menyesuaikan diri. Memang, awalnya, anak dari Jogjakarta atau Jawa Tengah belum terbiasa dengan menu yang tersedia.

Begitu pula santri dari luar Jawa yang umumnya justru suka pedas, harus melahap menu yang terkadang terlalu manis bagi indera pengecap mereka. Perutnya harus beradaptasi sebentar.

Tujuan homogenisasi dalam hal makanan ini agar lidah santri menjadi universal. Sehingga, ketika harus berjuang di daerah tertentu atau sekolah di luar negeri menjadi mudah menerima makanan. Hal itu diakui alumnus Gontor yang telah puluhan tahun belajar di Kairo. Katanya, “Anak Gontor paling cepat menyesuaikan diri dengan jenis makanan di Kairo, sehingga kerasan.”

Pernah, seorang santri dari Thailand penulis tanya, apa makanan favoritnya selama di Gontor dan tidak ada di Thailand. Jawabannya mengejutkan, “Sayur terong.” Mungkin sayur lodeh terong maksudnya. Benar, lidahnya sudah universal.[]

Tags: HomogenisasiPondok Modern Gontor
Share35Tweet22Send
Previous Post

Menlu Korut dan Korsel Bertemu di Manila

Next Post

Gontor Menjaga Kemuliaan Masyarakat Nusantara

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result