Oregon, Gontornews — Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Oregon State University (OSU) menemukan bahwa penebangan hutan bakau berkontribusi terhadap gas rumah kaca lebih besar ketimbang penebangan yang kerap terjadi di hutan hujan di Amazon.
Ahli Ekologi dari OSU, J Boone Kauffman menuturkan bahwa deforestrasi pada hutan bakau menyumbang 12 persen gas rumah kaca dibanding dengan deforestasi pada hutan hujan yang ‘hanya’ menyumbang 0,6 persen gas rumah kaca.
“Selama lebih dari 25 tahun (penelitian), kami menemukan bahwa karbon yang tersimpan di hutan bakau 2 kali atau bahkan 3 kali lipat lebih banyak dari kandungan karbon yang terdapat di hutan hujan,” kata Kauffman sebagaimana dilansir Science Daily.
“Ketika hutan-hutan itu ditebangi, mereka kehilangan karbon dan menciptakan gas rumah kaca jauh lebih banyak ketimbang perlakuan serupa pda hutan hujan. Mangrove layak mendapatkan perlindungan dalam upaya merealisasikan aksi mitigasi perubahan iklim di seluruh dunia,” tambah Kauffman dalam tulisannya yang berjudul ‘Carbon Stocks of Mangroves and Salt Marshes of the Amazon Region, Brazil’
Sebagaimana diketahui, hutan hujan Amazon memliki suatu kawasan hutan bakau terpanjang di dunia. Meski demikian, perhatian dunia internasional terhadap pelestarian hutan bakau terabaikan karena lebih mementingkan perlindungan terhadap hutan hujan. Padahal, dampak yang dihasilkan dari upaya penebangan terhadap hutan bakau sangat negatif dalam upaya menjaga perubahan iklim dunia.
Tidak hanya itu, hutan bakau juga diketahui sebagai hutan tempat tinggal sejumlah biota laut seperti ikan-ikan serta spesies air laut dangkal lainnya. Hutan bakau juga dapat melindungi kawasan sekitar pantai dari bahaya abrasi serta gelombang tinggi yang kerap mengancam warga yang tinggal di pesisir laut.
“Mangrove sangat penting untuk melindungi warga dari potensi gelombang badai,”
“Ketika kita menghancurkan hutan bakau, secara tidak langsung, kita telah membuat populasi masyarakat rentan terhadap kerusakan dan kematian akibat badai,” pungkas Kauffman. [Mohamad Deny Irawan]


















