Beirut, Gontornews — Pengadilan PBB memutus bersalah seorang anggota Hizbullah, Salim Jamil Ayyash (56), atas pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon, Rafik Hariri, pada 2005. Putusan pengadilan Khusus PBB untuk Lebanon terlaksana 15 tahun pasca pembunuhan dan 13 tahun masa penyelidikan.
Selain memutus bersalah Salim Jamil Ayyash, putusan pengadilan PBB untuk Lebanon tersebut juga membebaskan 3 orang lain yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. pengadilan membebaskan ketiganya karena tidak memiliki bukti yang cukup. Ketiga terdakwa yang dimaksud adalah Assad Hassan Sabra (43), Hussein Hassan Oneissi (46), Hassan Habib Merhi (54).
Serangan bom truk tersebut merenggut 21 nyawa termasuk Ex Perdana Menteri Lebanon, Rafik Hariri. “Pengadilan memtuskan bahwa Salim Jamil Ayyash adalah pelaku utama dalam pembunuhan Hariri. Ia juga terbukti sebagai rekan konspirator dalam rencana tindak pidana terorisme,” putus pengadilan PBB khusus Lebanon yang dilansir Arab News.
Putusan Pengadilan juga menyebut bahwa Salim memiliki hubungan erat dengan kelompok Hizbullah. Akibat insiden tersebut, baik Hizbullah dan Suriah, diuntungkan. Pengadilan juga mengatakan bahwa pembunuhan Rafik Hariri bermuatan politis serta terorisme untuk menimbulkan ketakutan kepada penduduk Lebanon.
“Pembunuhan Hariri merupakan aksi teroris yang dilakukan dengan maksud membuat panik. Tujuan yang diinginkan adalah untuk mengguncang Lebanon secara umum dan membunuh orang,”
“Bukti menunjukkan bahwa pembunuhan Hariri memiliki hubungan politik, tetapi tidak membuktikan siapa yang memerintahkan pembunuhannya. Pembunuhan ini merupakan tindakan politik yang diarahkan oleh mereka yang memandang Hariri sebagai ancaman aktivis mereka,”
“Hizbullah telah diuntungkan dari pembunuhan Hariri, tetapi tidak ada bukti bahwa pemimpin partai dan Suriah bertanggungjawab atas pemunuhan tersebut,” kata pengadilan.
Sementara itu, putra Rafik Hariri, Saad Hariri, tetap meyakin bahwa Hizbullah merupakan pihak yang paling bertanggungjawab atas kematian ayahnya.
“Hizbullah harus bertanggungjawb hari ini,” kata Ex Perdana Menteri Lebanon tersebut.
“Jelas, bahwa jaringan yang bertanggungjawab berasal dari jajarannya (Hizbullah). Saya ulangi, kami tidak akan tinggal dial sampai hukuman diberikan,” tutup Hariri. [Mohamad Deny Irawan[





















