Hawaii, Gontornews – Fenomena menarik di tengah bencana meletusnya gunung berapi Kilauea di Hawaii adalah kehadiran api biru yang mengalir di bawah tanah. Beberapa peneliti menduga, api biru tersebut berasal dari penumpukan gas metana di sekitar wilayah Big Island.
Sebagaimana dilansir Science Alert, munculnya gas metana di Gunung Kilauea dihasilkan dari aliran lava yang berguling di atas pohon serta tanaman lainnya. Akibatnya, lava yang membakar bawah tanah mengeluarkan gas metana dan menyebabkan api berwarna biru muncul. Meski demikian, gas metana yang terbakar tersebut tidak berbahaya.
Sejumlah pihak berwenang memperingatkan bahwa penumpukan gas metana di bawah tanah yang menyala akibat lava pijar dapat menyebabkan ledakan yang kuat yang mampu melemparkan potongan batu serta berpotensi melukai siapapun yang terkena ledakan tersebut.
Meskipun letusan Kilauea tidak menyebabkan jatuhnya korban, tetapi efek gas vulkanik yang dihasilkannya sangat berbahaya. Seorang pria di lereng Gunung Kilauea mengaku kakinya hancur akibat sepotong lava dingin yang berada di balkonnya.
Beruntung, pejabat setempat telah memperingatkan warga untuk mewaspadai “Laze” atau kabut lava yang merupakan gas beracun berupa pecahan kaca kecil hasil dari benturan aliran lava dan air laut. [Mohamad Deny Irawan]






















