Washington, Gontornews — Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Selasa (29/12), mengonfirmasi potensi penjualan 3.000 amunisi ke kerajaan Arab Saudi. Pentagon menjelaskan bahwa kesepakatan bernilai 290 miliar dolar Amerika Serikat tersebut digunakan untuk memenuhi alutsista milik Arab Saudi.
Paket amunisi tersebut terdiri dari 3.000 GBU-39 Small Diameter Bomb I (SDB I), kontainer, peralatan pendukung, suku cadang dan dukungan teknis.
“Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk memenuhi ancaman saat ini dan di masa depan dengan meningkatkan persediaan amunisi jarak jauh dari udara ke darat yang presisi,” kata Pentagon dalam pernyataan resminya kepada Reuters.
“Ukuran dan akurasi SDB I memungkinkan efektivitas amunisi dengan (tingkat) kerusakan tambahan yang lebih sedikit,” tambah Pentagon.
Pentagon menunjuk Boeing Co sebagai kontraktor utama dalam pembuatan senjata ini.
Sebagai informasi, Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon telah memberitahu Kongres mengenai kemungkinan penjualan amunisi ini ke Arab Saudi. Namun, sejumlah anggota Kongres marah atas ide penjualan tersebut. Mereka berdalih bahwa penjualan senjata ke Arab Saudi telah memicu jatuhnya korban sipil di Yaman.
Kongres juga tidak mampu menghalangi penjualan pesawat tempur F-35 ke Riyadh pada awal tahun 2020 lalu.
Berbeda dengan kebijakan Presiden Donald Trump, Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden, berjanji untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi. Biden beranggapan penghentian penjualan senjata ke Arab Saudi bertujuan untuk menghentikan perang Yaman yang menjadi penyebab krisis kemanusiaan terburuk di dunia. [Mohamad Deny Irawan]





















