St. Petersburg, Gontornews — Para penyelidik badan investigasi kriminal internasional yang mengidentifikasi jatuhnya MH17 yang jatuh di Timur Ukraina 2014 silam telah menemukan bukti yang meyakinkan akan keterlibatan Rusia dalam insiden yang menewaskan 298 orang.
Dalam laporan yang dirilis pada hari Kamis (24/5) para penyelidik mengatakan mereka memiliki bukti yang meyakinkan untuk mendukung laporan mereka. Akan tetapi tidak ada yang ditetapkan sebagai pelakunya.
Pesawat berawak MH17 dengan rute Amsterdam-Kuala Lumpur ditembak jatuh di di Ukraina dan memgakibatkan ratusan penumpang, pilot dan awak kapal tewas. Saat kejadian, pasukan yang didukung Rusia tengah bertempur untuk menguasai Ukraina timur.
Namun, sebelumnya, Moskow dan kelompok anti-pemerintah Ukraina yang didukungnya, membantah terlibat dalam insiden tersebut.
Rory Challands Al Jazeera, melaporkan dari St. Petersburg di Rusia, mengatakan temuan baru dari tim investigasi telah diketahui selama berbulan-bulan dari laporan media.
“Penyelidikan belum secara spesifik menyebutkan nama, tetapi jelas dari apa yang mereka katakan hari ini bahwa mereka menunjuk kesalahan itu datang dari militer Rusia sendiri,” katanya.
Selama bertahun-tahun, Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan Rusia harus bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat. Poroshenko menggambarkannya sebagai kejahatan bertelanjang kaki.
Hampir 10.000 orang tewas dalam pertempuran yang pecah antara pejuang pro-Rusia dan pasukan pemerintah Ukraina yang memperebutkan Krimea. Devi Lusianawati






















